Kegiatan

Kegiatan

Lokalatih Kajian Penilaian Kerentanan dan Langkah Peningkatan Ketahanan Penghidupan terhadap Perubahan Iklim

Palembang, 16 Desember 2024. Tim Forum DAS Sumatera Selatan menghadiri Lokalatih Kajian Penilaian Kerentanan dan Langkah Peningkatan Ketahanan Penghidupan terhadap Perubahan Iklim untuk Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong pemahaman multipihak tentang dampak perubahan iklim dan strategi adaptasi yang inklusif, berkelanjutan, serta sensitif gender. Sesi Pertama: Memahami Kerentanan dan Pembangunan Berketahanan Iklim Sesi pertama diisi dengan beberapa paparan kunci yang memberikan landasan teoritis dan praktis, di antaranya: 1. Lingkup Kajian Kerentanan Perubahan Iklim Peserta mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana kerentanan masyarakat terhadap perubahan iklim dinilai, mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, hingga kelembagaan. 2. Pembangunan Berketahanan Iklim (PBI) dalam Perencanaan Daerah Materi disampaikan oleh Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, yang menyoroti integrasi konsep PBI dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah—mulai dari RPJMD hingga kebijakan sektoral. Penekanan diberikan pada pentingnya adaptasi iklim sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. 3. Kajian Penilaian Kerentanan dan Peningkatan Ketahanan Penghidupan yang Sensitif Gender Tim ICRAF Indonesia memaparkan bagaimana perspektif gender memainkan peran penting dalam memahami dampak perubahan iklim. Materi ini menegaskan bahwa perempuan dan kelompok rentan sering mengalami beban lebih besar akibat perubahan iklim, sehingga pendekatan inklusif perlu menjadi prioritas. Sesi Kedua: FGD dan Kajian Bersama Kerentanan Penghidupan Sesi kedua bersifat partisipatif, diawali dengan: Paparan pengantar diskusi, Pengenalan alat bantu e-learning yang digunakan dalam proses kajian. Selanjutnya peserta dibagi dalam kelompok untuk melakukan Focus Group Discussion (FGD). Diskusi diarahkan untuk: Mengidentifikasi kerentanan penghidupan masyarakat akibat perubahan iklim, Menyusun analisis bersama terhadap faktor risiko, Merumuskan langkah-langkah peningkatan ketahanan yang relevan bagi masyarakat di berbagai sektor. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas peserta, namun juga memperkaya pemahaman lintas aktor—mulai dari pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas pengelola sumber daya alam—dalam merumuskan solusi adaptasi perubahan iklim yang terukur dan aplikatif.

Kegiatan

Mendorong Generasi Muda Melek Gambut : Diskusi Publik “Gambut di Era Platform Informasi Digital”

Palembang, 12 Desember 2024. Tim Forum DAS Sumatera Selatan berperan sebagai pemantik diskusi sekaligus moderator dalam kegiatan Diskusi Ruang Publik “Gambut di Era Platform Informasi Digital”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Wiki Gambut Sumatera Selatan bekerja sama dengan Universitas IBA Palembang, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Palembang. Acara ini bertujuan untuk: Mengedukasi generasi muda tentang pentingnya ekosistem gambut, Menyediakan ruang diskusi yang terbuka mengenai isu-isu terbaru terkait gambut, Memperkenalkan komunitas Wiki Gambut Sumatera Selatan sebagai platform berbagi pengetahuan berbasis digital. Materi utama disampaikan oleh Dr. Ir. Karlin Agustina, M.Si., yang mengulas gambut dari perspektif ilmiah, sosial, dan lingkungan, serta urgensi pengelolaan gambut secara berkelanjutan. Komunitas Wiki Gambut Sumatera Selatan merupakan wadah kolaboratif yang dibentuk untuk: Mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi tentang gambut, Mengembangkan kapasitas masyarakat, terutama generasi muda, Menyediakan ruang bagi siapa pun untuk berkontribusi dalam pengelolaan pengetahuan mengenai gambut. Di era digital saat ini, platform seperti Wiki Gambut menjadi sangat penting sebagai pusat informasi yang mudah diakses, cepat diperbarui, dan terbuka untuk semua pihak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai ekosistem gambut, tetapi juga: Meningkatkan minat untuk terlibat dalam upaya konservasi, Menjadi agen perubahan dalam penyebaran informasi yang benar mengenai gambut, Berkontribusi dalam menjaga kelestarian gambut di Sumatera Selatan maupun Indonesia. Diskusi publik ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran generasi muda—bahwa menjaga gambut bukan hanya tugas lembaga atau pemerintah, tetapi juga peran penting setiap individu yang peduli terhadap masa depan lingkungan.

Kegiatan

Mendorong Aksi Nyata Pengelolaan Lingkungan : Workshop Implementasi Rencana Aksi Sinergi di Desa Lebuh Rarak

Desa Lebuh Rarak, OKI, 7 Desember 2024. Tim Forum DAS Sumatera Selatan melaksanakan Workshop Implementasi Rencana Aksi Sinergi Pengelolaan Desa Lebuh Rarak, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kegiatan ini merupakan langkah lanjutan dari rangkaian program penguatan kapasitas masyarakat desa dalam pengelolaan lingkungan dan Daerah Aliran Sungai (DAS). Workshop ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat desa, antara lain: Perangkat Desa (Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Dusun, serta perangkat lainnya) Tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda Pengrajin purun Pengemin (pengelola lebak lebung) Masyarakat umum Partisipasi perempuan mencapai 54,4%, sementara laki-laki sebanyak 45,6%, menunjukkan keterlibatan gender yang seimbang dan signifikan dalam kegiatan lingkungan. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah dilaksanakan di Desa Lebuh Rarak, mulai dari: Identifikasi isu lingkungan dan isu prioritas desa Pemetaan pemangku kepentingan Pembentukan Tim Desa berdasarkan SK resmi Penyusunan rencana aksi pengelolaan lingkungan Workshop ini menjadi momentum untuk mengaktualisasikan rencana aksi tersebut melalui pelatihan pengolahan limbah organik menjadi ecoenzim serta penanaman sayuran dengan media pupuk ecoenzim. Pelatihan Ecoenzim dan Pengukuran Pemahaman Masyarakat Peserta mendapatkan materi mengenai: Proses pembuatan ecoenzim dari limbah buah dan sayur Pemanfaatan ecoenzim untuk meningkatkan kualitas tanah dan tanaman Praktik langsung pembuatan ecoenzim Untuk melihat peningkatan pemahaman peserta, dilakukan pretest dan post-test terkait pengetahuan dasar ecoenzim. Hasil tersebut menjadi indikator keberhasilan workshop dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. Aksi Tanam Sayuran: Langkah Konkret Menuju Lingkungan Lebih Baik Setelah sesi pembuatan ecoenzim, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman benih sayuran, yaitu: Selada hijau Bayam merah Pakcoy Caisim Benih ditanam pada media yang telah disiapkan, kemudian disiram dengan air yang telah dicampur ecoenzim, sebagai upaya pengenalan teknik pertanian ramah lingkungan yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan ini, Forum DAS Sumsel berharap masyarakat Desa Lebuh Rarak semakin mampu mengidentifikasi, memahami, dan menindaklanjuti permasalahan lingkungan yang terjadi di sekitar mereka. Penerapan ecoenzim dan penanaman sayuran menjadi contoh nyata implementasi rencana aksi desa yang berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi desa dalam mengelola lingkungan secara mandiri, partisipatif, dan berkesinambungan.

Kegiatan

Membangun Pengetahuan Pangan Lokal : Forum DAS Sumsel Ikuti Penguatan Kapasitas Komunitas Wiki Pangan

Palembang, 05 Desember 2024. Tim Forum DAS Sumatera Selatan berkesempatan menghadiri kegiatan Penguatan Kapasitas Komunitas Wiki Pangan Sumatera Selatan. Komunitas Wiki Pangan merupakan inisiatif dari ICRAF Indonesia melalui Program Land for Life, yang bertujuan untuk melestarikan pengetahuan dan kekayaan pangan lokal di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Selatan. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan penjelasan mengenai prinsip-prinsip dasar komunitas Wiki Pangan, pengenalan platform website, serta praktik langsung cara menuliskan informasi pangan lokal di laman Wiki Pangan. Wiki Pangan bukan sekadar bank informasi, tetapi juga: Wadah diskusi dan kolaborasi antar pemerhati pangan lokal Sistem pengelolaan pengetahuan berbasis “wiki” yang memungkinkan informasi terus diperbarui Komunitas terbuka bagi penulis dan pegiat budaya pangan untuk saling belajar dan memperkaya konten Media penyebarluasan pengetahuan pangan lokal yang dapat diakses oleh masyarakat luas Komunitas ini diharapkan mampu menghimpun dan menguatkan kembali pengetahuan tradisional tentang pangan lokal, sekaligus menjembatani kolaborasi antara masyarakat, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Forum DAS Sumsel dan Komitmen Mendukung Inisiatif Pelestarian Pengetahuan Lokal Kehadiran Forum DAS Sumsel dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam pelestarian sumber daya lokal. Pangan lokal tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga bagian penting dalam keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam. Melalui kolaborasi seperti ini, Forum DAS Sumsel berharap dapat terus berkontribusi dalam memperkaya pengetahuan lokal serta memperluas jejaring komunitas yang peduli terhadap pelestarian pangan dan lingkungan hidup.

Kegiatan

Mendorong Tata Kelola Gambut Berkelanjutan : Forum DAS Sumsel Hadiri Ekspose Nasional Peat-IMPACTS 2024

Jakarta, 12 November 2024. Tim Forum DAS Sumatera Selatan berpartisipasi dalam kegiatan nasional bertajuk “Ekspose Nasional Rekam Jejak Peningkatan Pengelolaan Lahan Gambut dan Kapasitas Pemangku Kepentingan di Indonesia melalui Peat-IMPACTS” yang diselenggarakan di Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian, pembelajaran, dan inovasi yang telah berkembang dalam pengelolaan lahan gambut di Indonesia, khususnya melalui pendekatan riset dan kolaborasi multipihak. Acara dibuka dengan pidato kunci oleh Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc., Kepala Balai Pengujian Standar Instrumen (BPSI) Tanah dan Pupuk, Kementerian Pertanian, yang menekankan pentingnya regulasi dan standardisasi sebagai fondasi tata kelola gambut berkelanjutan di Indonesia. Upaya memperkuat kebijakan teknis pengelolaan gambut menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan ekosistem dan ketahanan lingkungan. Selanjutnya, peserta mendapatkan paparan mengenai perkembangan riset dan kajian terbaru terkait ekosistem gambut oleh Dr. Setiari Marwanto, S.P., M.Si., Plt. Kepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan – BRIN. Beliau menegaskan peran riset dalam mendukung pencapaian target nasional FOLU Net Sink 2030, khususnya terkait peningkatan kualitas pengelolaan lahan gambut sebagai komponen penting dalam mitigasi perubahan iklim. Sesi berikutnya menghadirkan pemaparan dari Dr. Sonya Dewi, Principal Investigator Proyek Peat-IMPACTS, yang menyoroti capaian-capaian utama proyek, pembelajaran lintas lokasi, dan kontribusi nyata riset aksi dalam mendorong pengelolaan gambut yang inklusif dan adaptif. Keterlibatan Forum DAS Sumsel dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen untuk terus memperkuat kapasitas dan memperluas jaringan kerja dalam mendukung pengelolaan ekosistem gambut dan DAS secara terpadu.

Kegiatan

Rapat Penilaian Kelembagaan Forum DAS OKU Timur

OKU Timur, 09 November 2024. Forum DAS Sumatera Selatan melaksanakan Rapat Penilaian Kelembagaan Forum DAS OKU Timur sebagai upaya evaluasi dan penguatan peran kelembagaan Forum DAS di kabupaten tersebut. Dari hasil penilaian, Forum DAS OKU Timur menunjukkan peningkatan signifikan, sehingga statusnya naik dari Forum DAS Pratama menjadi Forum DAS Berkembang. Peningkatan status ini menggambarkan adanya kemajuan dalam berbagai aspek kelembagaan dan aktivitas lapangan yang dilakukan secara konsisten. Beberapa indikator penting yang mengalami peningkatan antara lain: 1. Peningkatan Aktivitas Sosialisasi dan Edukasi Lingkungan Forum DAS OKUT secara rutin melakukan kunjungan dan sosialisasi ke sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA setiap dua bulan sekali dan pada masa MPLS. Hal ini menunjukkan komitmen dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini melalui pendidikan. 2. Penguatan Koordinasi dengan Instansi Pemerintah Terdapat peningkatan koordinasi dengan DLH dan BPBD terkait isu kebencanaan serta keterlibatan Forum DAS dalam penyusunan dokumen perencanaan lingkungan daerah. Dukungan kolaboratif lintas sektor ini memperkuat peran Forum DAS sebagai mitra strategis pemerintah. 3. Pembentukan Tim Cinta Lingkungan Forum DAS OKUT memiliki rencana membentuk Tim Cinta Lingkungan yang melibatkan siswa sekolah, sebagai wadah pembinaan generasi muda untuk terlibat dalam pengelolaan DAS dan pelestarian lingkungan. 4. Pengembangan Kegiatan Lingkungan untuk Generasi Muda Direncanakan pelaksanaan lomba bertema kelestarian lingkungan pada tahun 2025 bagi pelajar, sebagai bentuk upaya membangun kreativitas dan kepedulian siswa terhadap isu DAS. 5. Keterlibatan Multi-Stakeholder Forum DAS OKU Timur telah berhasil melibatkan unsur swasta, pemerintah, dan NGO, baik dalam proses pembentukan forum maupun dalam pelaksanaan kegiatan. Partisipasi multi-stakeholder ini memperkuat basis dukungan terhadap kegiatan Forum DAS. 6. Penyusunan AD/ART dan Penguatan Administrasi Dokumen AD/ART Forum DAS OKUT saat ini sedang dalam proses penyelesaian. Kesekretariatan telah berjalan dengan baik meski belum memiliki kantor khusus—kegiatan administrasi sementara dilakukan di kantor Bappeda OKU Timur. 7. Penyusunan Rencana Kerja dan Monitoring Rencana kerja jangka menengah telah disusun dan terdokumentasi. Proses monitoring dan evaluasi kegiatan sudah berjalan, meski dokumentasinya perlu diperbaiki agar lebih sistematis. 8. Keterlibatan dalam Pengelolaan DAS Tingkat Daerah Forum DAS OKUT turut dilibatkan oleh berbagai instansi dalam kegiatan pengelolaan DAS, termasuk pendidikan, pelatihan, dan sosialisasi. Forum juga aktif memberikan masukan dalam Musrenbang dan rapat-rapat perencanaan pembangunan daerah. 9. Publikasi Kegiatan Kegiatan Forum DAS OKUT telah dipublikasikan secara konsisten melalui media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram, sebagai bagian dari transparansi informasi dan penyebaran edukasi publik. Tantangan yang Masih Dihadapi Meskipun meningkat ke kategori “Berkembang”, beberapa aspek masih belum mengalami perubahan berarti. Di antaranya: Belum adanya sistem dan mekanisme kelembagaan yang diakui secara formal sebagai dasar pengelolaan DAS berkelanjutan. Pelaporan kegiatan kepada pihak yang mengesahkan Forum DAS OKUT belum berjalan optimal. Oleh karena itu, Forum DAS Sumsel dan BPDAS Musi akan melanjutkan pendampingan dan meningkatkan pembinaan agar Forum DAS OKU Timur dapat mencapai kategori lebih tinggi dan semakin berperan aktif dalam pengelolaan DAS secara terintegrasi.

Kegiatan

Desa Lebuh Rarak Sahkan SK Tim Pelaksana Lingkungan 2024–2029 untuk Atasi Isu Prioritas DAS dan Ekologi

Desa Lebuh Rarak, OKI, 31 Oktober 2024. Forum DAS Sumatera Selatan bersama Pemerintah Desa Lebuh Rarak melaksanakan Rapat Pengesahan SK Tim Pelaksana Desa Mendorong Penyelesaian Isu Utama Permasalahan Lingkungan untuk periode 2024–2029. Rapat ini dihadiri oleh seluruh anggota tim yang berasal dari berbagai elemen desa, mulai dari Kepala Desa, Kadus, Sekretaris Desa, perangkat desa lainnya, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, pengrajin purun, hingga para pengemin (pengelola lebak lebung). Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama untuk menyelesaikan isu lingkungan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Pembentukan SK ini merupakan tindak lanjut dari proses identifikasi dan analisis isu lingkungan yang telah dilakukan sebelumnya. Rangkaian penyusunan SK melibatkan dua tahapan utama, yaitu: 1. Identifikasi Isu Lingkungan Melalui diskusi mendalam, teridentifikasi dua isu besar yang menjadi fokus utama Desa Lebuh Rarak: Pengelolaan lahan habitat purun, dengan 9 permasalahan yang tercatat. Pengelolaan lebak lebung, dengan 6 permasalahan lingkungan yang teridentifikasi.(Hasil identifikasi ini terdokumentasi dalam Laporan B03.) 2. Identifikasi Isu Prioritas DAS dan Lingkungan. Pada tahap selanjutnya, dilakukan pemetaan isu prioritas serta pemetaan stakeholder yang perlu terlibat dalam penyelesaiannya. Pihak-pihak tersebut meliputi: DLH, Dinas Perikanan, Dinas Kebersihan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian, DPRD, perusahaan perkebunan, PLN, hingga perguruan tinggi. Tahapan ini juga menetapkan rencana aksi yang akan menjadi dasar kerja tim. (Analisis ini tertuang dalam Laporan B06.) Merujuk pada kedua hasil identifikasi di atas, dibentuklah sebuah tim desa yang berperan aktif dalam penanganan permasalahan DAS dan lingkungan di Desa Lebuh Rarak. SK yang disahkan memuat struktur tim yang terbagi ke dalam tiga bidang utama, yaitu: Bidang Pengemin (Pengelolaan Lebak Lebung) Bidang Sumber Daya Purun Bidang Sampah Pembagian tugas ini dibuat agar setiap isu prioritas ditangani secara fokus dan terukur oleh bidang yang kompeten. Dalam penyusunannya, komposisi tim telah mencerminkan rasio gender 50:50, dan terdiri dari unsur perangkat desa, pengrajin purun, pengemin, PKK, LPM Desa, perguruan tinggi, serta melibatkan Forum DAS Sumsel sebagai pembina teknis. Setelah SK disahkan, langkah strategis pertama yang akan dilakukan adalah mengusulkan isu prioritas DAS dan lingkungan Desa Lebuh Rarak dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) pada Januari 2025. Melalui mekanisme perencanaan desa, diharapkan isu-isu lingkungan dapat masuk ke agenda pembangunan dan memperoleh dukungan kebijakan serta pendanaan yang diperlukan. Pengesahan SK ini menandai awal dari upaya kolaboratif Desa Lebuh Rarak dalam menjaga dan memulihkan lingkungan, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Kegiatan

Perkuat Kelembagaan, Forum DAS Sumsel Gelar Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Forum DAS OKU Timur

OKU Timur, 29 Agustus 2024. Tim Forum DAS Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Forum DAS OKU Timur (ForDAS OKUT). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kembali perkembangan kelembagaan ForDAS OKUT sejak pertama kali terbentuk pada tahun 2020 hingga 2024. Dalam proses evaluasi tersebut, ditemukan bahwa aktivitas kelembagaan masih terbatas dan membutuhkan penguatan lebih lanjut. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, ForDAS Sumsel bersama BPDAS Musi berkolaborasi melakukan pembinaan yang difokuskan pada peningkatan peran, fungsi, serta efektivitas kelembagaan ForDAS OKUT. Kegiatan pembinaan dilakukan melalui diskusi dan koordinasi, membahas berbagai permasalahan yang sedang dihadapi oleh ForDAS OKUT dalam menjalankan perannya sebagai forum multipihak pengelola Daerah Aliran Sungai di wilayah OKU Timur. Acara ini dihadiri oleh pengurus dan anggota ForDAS OKUT, serta Laskar Muda ForDAS OKUT. Dalam sesi materi, ForDAS Sumsel menyampaikan tiga pokok bahasan utama: Kebijakan Pembinaan Kelembagaan Forum DAS dan Prinsip Cost Sharing, Berbagi Pengalaman dan Kegiatan Forum DAS Sumsel, Aktivitas Forum DAS Sumsel selama periode 2021–2024, termasuk praktik baik yang dapat diadaptasi oleh ForDAS OKUT. Sementara itu, ForDAS OKUT memaparkan berbagai permasalahan kelembagaan dan tantangan operasional yang mereka hadapi, sebagai dasar untuk merumuskan langkah penguatan bersama. Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelatihan pengolahan sampah organik dan pembuatan pupuk kompos. Pelatihan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Bank Sampah DAGADU, yang menghadirkan praktik langsung mengenai pengelolaan sampah ramah lingkungan dan pemanfaatannya menjadi produk bernilai tambah. Pelatihan diikuti oleh pengurus dan anggota ForDAS OKUT, Laskar Muda ForDAS OKUT, para guru, pelajar, serta masyarakat sekitar lokasi kegiatan. Melalui keterlibatan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kesadaran dan partisipasi publik dalam pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Kegiatan pembinaan dan pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kembali posisi ForDAS OKUT sebagai wadah kolaborasi multipihak yang berperan dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan Daerah Aliran Sungai di Kabupaten OKU Timur.

Kegiatan

Promosi Mangrove Berkelanjutan Sungsang : Forum DAS Sumsel Hadir dalam Media Visit Singapura

Palembang, 28 Agustus 2024. Tim Forum DAS Sumatera Selatan menghadiri acara Media Visit Singapura yang diselenggarakan oleh CIFOR bekerja sama dengan Temasek Foundation. Kegiatan ini berlangsung sebagai bagian dari rangkaian riset aksi “Sungsang Mangrove Restoration and Ecotourism – SMART” yang telah diimplementasikan sejak November 2021 dengan melibatkan berbagai mitra, termasuk Forum DAS Sumsel dan Universitas Sriwijaya. Proyek ini mendapat dukungan penuh dari Temasek Foundation, Singapura. Media Visit ini menghadirkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan terkait, sekaligus menjadi ruang dialog untuk memperkenalkan capaian, tantangan, dan pembelajaran dalam pengelolaan mangrove berkelanjutan di kawasan Sungsang kepada perwakilan media dari Singapura. Rangkaian acara diawali dengan sesi presentasi dan diskusi bertajuk “Lesson Learned from Collaborative Sustainable Mangrove Management in Banyuasin, South Sumatra”. Tiga materi utama yang dipaparkan adalah: About the project and progress:Community-based action research for mangrove restoration and livelihood in Sungsang – oleh CIFORMenjelaskan perjalanan riset aksi, hasil restorasi mangrove, hingga pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan penghidupan lokal. Local policy engagement on mangrove management in the village and Banyuasin Regency – oleh Forum DAS SumselMenekankan pentingnya dukungan kebijakan dari tingkat desa hingga kabupaten, serta bagaimana kolaborasi multipihak mendorong tata kelola mangrove yang lebih kuat. Roles of the project to support education programs on sustainable mangroves – oleh Universitas SriwijayaMenggambarkan kontribusi akademisi dalam memperkuat literasi lingkungan, riset mahasiswa, dan pengembangan program pendidikan terkait mangrove. Tujuan utama dari kegiatan Media Visit ini adalah mempromosikan aksi berbasis masyarakat dan kolaborasi multipihak dalam pengelolaan mangrove berkelanjutan. Melalui dialog langsung dengan media internasional, diharapkan keberhasilan upaya restorasi dan inovasi kebijakan di Banyuasin dapat dikenal lebih luas dan menginspirasi praktik serupa di berbagai wilayah lain. Kegiatan ini juga mempertegas komitmen seluruh mitra proyek—pemerintah daerah, lembaga penelitian, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat lokal—untuk terus menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di kawasan Sungsang sebagai bagian penting dari ketahanan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berita, Kegiatan

Pengukuhan Forum DAS Jambi : Menguatkan Kolaborasi Regional untuk Pengelolaan DAS Batanghari

Jambi, 25 Juli 2024. Tim Forum DAS Sumatera Selatan menghadiri acara Pengukuhan Jajaran Kepengurusan Forum DAS Jambi yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Provinsi Jambi. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi Provinsi Jambi dalam memperkuat tata kelola daerah aliran sungai, khususnya DAS Batanghari yang menjadi salah satu DAS prioritas nasional. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Forum DAS nasional dan daerah. Setelah prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan strategis bersama: Ketua Forum DAS Nasional Forum DAS & BPDAS Provinsi Jambi Forum DAS & BPDAS Provinsi Sumatera Selatan Forum DAS & BPDAS Provinsi Sumatera Barat Forum DAS & BPDAS Provinsi Riau Pertemuan ini membahas secara mendalam arah dan strategi pengelolaan DAS Batanghari secara terpadu, lintas provinsi, dan berkelanjutan. Mengingat DAS Batanghari melintasi beberapa wilayah administratif, kolaborasi antardaerah menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi persoalan lingkungan, degradasi lahan, kualitas air, serta harmonisasi program antarwilayah. Kehadiran Forum DAS Sumatera Selatan dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat untuk terus memperkuat jaringan kerja sama regional. Melalui diskusi multipihak ini diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah konkret yang mampu memperkuat sinergi dan mendukung keberlanjutan pengelolaan DAS Batanghari dalam jangka panjang.

Scroll to Top