Mendorong Aksi Nyata Pengelolaan Lingkungan : Workshop Implementasi Rencana Aksi Sinergi di Desa Lebuh Rarak

Desa Lebuh Rarak, OKI, 7 Desember 2024.

Tim Forum DAS Sumatera Selatan melaksanakan Workshop Implementasi Rencana Aksi Sinergi Pengelolaan Desa Lebuh Rarak, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kegiatan ini merupakan langkah lanjutan dari rangkaian program penguatan kapasitas masyarakat desa dalam pengelolaan lingkungan dan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Workshop ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat desa, antara lain:

  • Perangkat Desa (Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Dusun, serta perangkat lainnya)

  • Tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda

  • Pengrajin purun

  • Pengemin (pengelola lebak lebung)

  • Masyarakat umum

Partisipasi perempuan mencapai 54,4%, sementara laki-laki sebanyak 45,6%, menunjukkan keterlibatan gender yang seimbang dan signifikan dalam kegiatan lingkungan.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah dilaksanakan di Desa Lebuh Rarak, mulai dari:
  • Identifikasi isu lingkungan dan isu prioritas desa

  • Pemetaan pemangku kepentingan

  • Pembentukan Tim Desa berdasarkan SK resmi

  • Penyusunan rencana aksi pengelolaan lingkungan

Workshop ini menjadi momentum untuk mengaktualisasikan rencana aksi tersebut melalui pelatihan pengolahan limbah organik menjadi ecoenzim serta penanaman sayuran dengan media pupuk ecoenzim.

Pelatihan Ecoenzim dan Pengukuran Pemahaman Masyarakat

Peserta mendapatkan materi mengenai:

  • Proses pembuatan ecoenzim dari limbah buah dan sayur

  • Pemanfaatan ecoenzim untuk meningkatkan kualitas tanah dan tanaman

  • Praktik langsung pembuatan ecoenzim

Untuk melihat peningkatan pemahaman peserta, dilakukan pretest dan post-test terkait pengetahuan dasar ecoenzim. Hasil tersebut menjadi indikator keberhasilan workshop dalam meningkatkan kapasitas masyarakat.

Aksi Tanam Sayuran: Langkah Konkret Menuju Lingkungan Lebih Baik

Setelah sesi pembuatan ecoenzim, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman benih sayuran, yaitu:

  • Selada hijau

  • Bayam merah

  • Pakcoy

  • Caisim

Benih ditanam pada media yang telah disiapkan, kemudian disiram dengan air yang telah dicampur ecoenzim, sebagai upaya pengenalan teknik pertanian ramah lingkungan yang mudah diterapkan oleh masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Forum DAS Sumsel berharap masyarakat Desa Lebuh Rarak semakin mampu mengidentifikasi, memahami, dan menindaklanjuti permasalahan lingkungan yang terjadi di sekitar mereka. Penerapan ecoenzim dan penanaman sayuran menjadi contoh nyata implementasi rencana aksi desa yang berkelanjutan.

Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi desa dalam mengelola lingkungan secara mandiri, partisipatif, dan berkesinambungan.

Scroll to Top