Berita

Berita, Kegiatan

Pengukuhan Forum DAS Jambi : Menguatkan Kolaborasi Regional untuk Pengelolaan DAS Batanghari

Jambi, 25 Juli 2024. Tim Forum DAS Sumatera Selatan menghadiri acara Pengukuhan Jajaran Kepengurusan Forum DAS Jambi yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Provinsi Jambi. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi Provinsi Jambi dalam memperkuat tata kelola daerah aliran sungai, khususnya DAS Batanghari yang menjadi salah satu DAS prioritas nasional. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Forum DAS nasional dan daerah. Setelah prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan strategis bersama: Ketua Forum DAS Nasional Forum DAS & BPDAS Provinsi Jambi Forum DAS & BPDAS Provinsi Sumatera Selatan Forum DAS & BPDAS Provinsi Sumatera Barat Forum DAS & BPDAS Provinsi Riau Pertemuan ini membahas secara mendalam arah dan strategi pengelolaan DAS Batanghari secara terpadu, lintas provinsi, dan berkelanjutan. Mengingat DAS Batanghari melintasi beberapa wilayah administratif, kolaborasi antardaerah menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi persoalan lingkungan, degradasi lahan, kualitas air, serta harmonisasi program antarwilayah. Kehadiran Forum DAS Sumatera Selatan dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat untuk terus memperkuat jaringan kerja sama regional. Melalui diskusi multipihak ini diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah konkret yang mampu memperkuat sinergi dan mendukung keberlanjutan pengelolaan DAS Batanghari dalam jangka panjang.

Berita

Onboarding Laskar Muda Forum DAS Sumsel 2024

Palembang, 06 Juli 2024. Forum DAS Sumatera Selatan menggelar Sesi Onboarding dan Pertemuan Perdana bersama Anggota Baru Laskar Muda Forum DAS Sumsel. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan struktur organisasi, ruang gerak kegiatan, serta membangun kebersamaan di antara para anggota yang baru bergabung. Onboarding ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap anggota memahami visi dan misi Laskar Muda, peran strategis Forum DAS Sumsel, serta kontribusi yang dapat dilakukan pemuda dalam pengelolaan dan pelestarian daerah aliran sungai secara berkelanjutan. Acara diawali dengan sesi perkenalan antar peserta untuk membangun kedekatan dan menciptakan suasana yang akrab. Selanjutnya, dilakukan diskusi bersama mengenai agenda kegiatan Laskar Muda yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, termasuk pembagian peran dan gagasan kolaboratif dari para anggota baru. Sebagai penutup, kegiatan dilengkapi dengan beragam permainan (games) yang bertujuan memperkuat kekompakan, kerjasama tim, dan menciptakan rasa kebersamaan di antara para anggota. Nuansa penuh antusiasme terlihat sepanjang kegiatan, menandai awal perjalanan baru bagi Laskar Muda Forum DAS Sumsel untuk terus berperan aktif dalam aksi-aksi lingkungan. Melalui onboarding ini, diharapkan para anggota baru dapat semakin memahami nilai-nilai organisasi, berkolaborasi secara lebih solid, serta menjadi penggerak perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan di Sumatera Selatan.

Berita

Menjelajahi Jejak Restorasi Mangrove : Kunjungan Lapang Project SMART Bersama CIFOR–Unsri–Temasek Foundation

Sungsang, Banyuasin, 4 Juli 2024. Tim Forum DAS Sumatera Selatan turut berpartisipasi dalam Kunjungan Lapang Project Penelitian SMART yang diselenggarakan oleh CIFOR. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi penelitian Sungsang Mangrove Restoration and Ecotourism (SMART), sebuah inisiatif kolaboratif antara Forum DAS Sumsel, CIFOR, dan Universitas Sriwijaya (Unsri), bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, serta mendapatkan dukungan pendanaan dari Temasek Foundation, Singapura. Program penelitian yang telah dimulai sejak November 2021 ini bertujuan memperkuat upaya restorasi mangrove dan mendorong pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di wilayah Sungsang. Kunjungan lapang dilakukan bersama tim gabungan dari Forum DAS Sumsel, CIFOR, Temasek Foundation, dan Unsri. Rombongan melakukan perjalanan menggunakan speed boat untuk menjangkau beberapa Arena Aksi (AA) dari Project SMART. Beberapa titik yang dikunjungi meliputi: AA-1 – Model Adopsi Pohon, lokasi demonstrasi adopsi mangrove berbasis partisipasi masyarakat. Pulau Pasir Hitam, salah satu kawasan penting yang menjadi bagian dari bentang mangrove Sungsang. Hutan Desa Sungsang IV, wilayah pengelolaan masyarakat yang menjadi area uji coba restorasi dan perlindungan mangrove. AA-3 – Lokasi Collaborative Mangrove Planting, tempat dilaksanakannya penanaman mangrove kolaboratif lintas stakeholder. Di lokasi-lokasi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan teknis mengenai metode penanaman mangrove, teknik monitoring berbasis masyarakat, serta pendekatan pemulihan ekosistem yang dilakukan melalui kolaborasi multipihak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke pembibitan mangrove berbasis masyarakat di Sungsang IV, disertai sesi diskusi stakeholder sharing session untuk mendengarkan praktik terbaik, tantangan, dan pembelajaran dari berbagai pihak. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju AA-4 – Model Restorasi Silvofishery Kepiting Bakau di Desa Marga Sungsang. Di lokasi ini, peserta meninjau penerapan model integrasi antara budidaya kepiting bakau dan rehabilitasi mangrove yang menjadi salah satu inovasi penting dalam Project SMART. Kunjungan ke lokasi silvofishery menunjukkan bagaimana pemulihan ekosistem dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Kegiatan kunjungan lapang ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi perkembangan Project SMART, tetapi juga memperkuat komitmen kolektif dalam memastikan keberlanjutan upaya restorasi mangrove di Kabupaten Banyuasin. Kolaborasi lintas lembaga dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pengelolaan mangrove yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

Berita

Identifikasi Permasalahan Lingkungan di Desa Lebuh Rarak : Langkah Awal Memperkuat Pengelolaan DAS dan Ekosistem Lebak Lebung

Desa Lebuh Rarak, OKI, 20 Maret 2024. Forum DAS Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan Identifikasi Permasalahan Lingkungan Tingkat Tapak di Balai Desa Lebuh Rarak, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya penguatan pengelolaan lingkungan berbasis desa, khususnya pada ekosistem purun, lebak lebung, dan sumber daya perairan. Proses identifikasi dilakukan melalui diskusi mendalam bersama perangkat desa dan masyarakat, menggunakan kuisioner serta wawancara terarah untuk menggali informasi secara detail mengenai berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi oleh desa. Pendekatan ini bertujuan memperoleh gambaran nyata tentang kondisi ekosistem di tingkat tapak sebagai dasar penyusunan aksi dan rekomendasi yang relevan. Dari proses penggalian informasi, teridentifikasi berbagai permasalahan lingkungan yang cukup kompleks, antara lain: 1. Permasalahan Lingkungan Umum Penumpukan sampah di beberapa lokasi permukiman. Kotoran sapi yang mencemari lingkungan karena hewan ternak dibiarkan bebas berkeliaran. Sumber daya purun semakin langka, sehingga mempengaruhi aktivitas pengrajin purun. Kebakaran lahan yang kerap terjadi pada musim kemarau. Alih fungsi lahan yang mengurangi area habitat purun dan lebak. Pencemaran perairan pada sungai dan lebak akibat limbah dan aktivitas manusia. Jarak sumber bahan baku purun yang semakin jauh, sehingga menyulitkan masyarakat dalam memperoleh bahan baku. Air jamban yang langsung mengalir ke badan air, berpotensi menambah beban pencemaran. 2. Permasalahan Lingkungan Terkait Pengelolaan Lebak Lebung Sumber daya ikan semakin berkurang akibat tekanan lingkungan dan pola pengelolaan yang belum berkelanjutan. Kasus ikan mati yang terjadi pada periode tertentu. Air sungai/lebak tercemar, memengaruhi habitat ikan serta kualitas air. Desa berada pada zona rawan banjir, terutama saat debit air meningkat. Penyebaran eceng gondok yang menghambat aliran air dan mengurangi kualitas habitat perairan. Permasalahan limbah ikan, terutama dari proses pengolahan tradisional masyarakat. Kegiatan identifikasi permasalahan ini menjadi langkah awal dalam merumuskan strategi pengelolaan lingkungan berbasis desa yang lebih terstruktur. Data dan informasi yang diperoleh akan digunakan sebagai bahan untuk: Menyusun rencana aksi prioritas yang dapat dijalankan oleh desa. Mengembangkan program pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Memperkuat koordinasi antarpihak untuk pengelolaan DAS, purun, dan lebak lebung secara berkelanjutan. Menjadi dasar kolaborasi antara Forum DAS Sumsel, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lain dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Desa Lebuh Rarak.

Berita

Pelantikan dan Pengukuhan Forum DAS Sumsel 2021 – 2026 dan Launching Aplikasi SONGKET: Sinergi untuk Pengelolaan DAS dan Pengendalian Karhutla yang Terpadu

Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumatera Selatan resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Bapak H. Herman Deru, dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaborasi. Momen bersejarah ini menandai dimulainya masa kepengurusan Forum DAS Sumsel periode 2021–2026, sekaligus menjadi tonggak awal pelaksanaan berbagai program strategis dalam mendukung pengelolaan DAS secara terpadu dan berkelanjutan di wilayah Sumatera Selatan. Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Nomor 271/KPTS/DISHUT/2021 tanggal 22 April 2021, yang secara resmi menetapkan susunan kepengurusan Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Provinsi Sumatera Selatan. Forum ini dibentuk sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam merumuskan kebijakan, sinkronisasi program, serta pemantauan pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan konservasi DAS di tingkat provinsi. Dalam kesempatan yang sama, diluncurkan pula Aplikasi SONGKET — Sistem Operasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan, sebuah inovasi digital berbasis kolaborasi multipihak. Aplikasi ini dibangun oleh Forum DAS Sumatera Selatan bekerja sama dengan WRI Indonesia, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, serta Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, yang bertujuan memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara terpadu dan berbasis teknologi. Aplikasi SONGKET hadir sebagai inovasi digital yang mengintegrasikan data pemantauan hotspot, pengendalian lapangan, hingga pelaporan dan koordinasi antarinstansi dalam satu platform yang mudah diakses. Dengan adanya aplikasi ini, penanganan karhutla di Sumatera Selatan dapat dilakukan lebih cepat, responsif, dan efisien, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik dalam perlindungan lingkungan. Pelantikan kepengurusan Forum DAS Sumsel dan peluncuran aplikasi SONGKET bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol kuat dari semangat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup dan meningkatkan ketahanan ekosistem di Sumatera Selatan. Forum DAS Sumsel berkomitmen untuk terus bekerja secara kolaboratif dan partisipatif dalam melaksanakan tugas, fungsi, dan kewenangan yang telah diamanatkan. Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan pengelolaan DAS di Provinsi Sumatera Selatan dapat menjadi model praktik baik pengelolaan lingkungan hidup di tingkat nasional.

Scroll to Top