Author name: admin

Kegiatan

Rapat Kerja Penyusunan Bahan, Metode, dan Media Ajar Lokal Pendidikan Lingkungan DAS dan Gambut Sekolah Dasar di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan

Sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini dan memperkuat pemahaman generasi muda tentang pentingnya pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan ekosistem gambut secara berkelanjutan, Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia melaksanakan Rapat Kerja Penyusunan Bahan, Metode, dan Media Ajar Lokal untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI). Penyusunan kurikulum muatan lokal mengacu pada pedoman yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, yang mengedepankan pendekatan berbasis kebutuhan dan konteks lokal. Dalam hal ini, pengajaran dikembangkan berdasarkan kedekatan peserta didik dengan lingkungan fisik dan sosial mereka, sehingga materi ajar terasa relevan, mudah dipahami, dan bermakna. Kegiatan ini bertujuan untuk: Mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan adaptif terhadap kondisi daerah dan karakter peserta didik, Menentukan metode dan media ajar yang efektif untuk menyampaikan materi lingkungan DAS dan gambut kepada siswa SD, Memberikan ruang fleksibilitas bagi guru dalam memilih pendekatan dan sumber belajar yang sesuai. Penyusunan bahan ajar dalam kegiatan ini berpedoman pada prinsip pembelajaran dasar, yaitu: Bertolak dari konsep konkret menuju abstrak, Berangkat dari hal-hal yang telah diketahui menuju yang belum diketahui, Mengaitkan pengalaman lama dengan pengalaman baru, Disusun dari materi yang mudah ke yang lebih kompleks. Dengan prinsip tersebut, materi pembelajaran yang dikembangkan diharapkan tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa tentang lingkungan hidup, tetapi juga dapat diimplementasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengenal jenis-jenis tanaman penyimpan air, pentingnya tidak membakar lahan, hingga pelestarian lahan gambut. Kolaborasi dan Hasil yang Diharapkan Melalui kolaborasi antara Forum DAS Sumsel dan ICRAF Indonesia, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara pemangku kepentingan pendidikan, pemerintah daerah, praktisi lingkungan, dan tenaga pendidik untuk menyusun bahan ajar yang komprehensif, serta menentukan metode dan media pengajaran yang inovatif dan mudah diterapkan di sekolah-sekolah dasar di wilayah target. Diharapkan, hasil dari rapat kerja ini dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk kurikulum muatan lokal yang berkelanjutan, aplikatif, dan memperkuat peran pendidikan dalam menjaga keberlangsungan ekosistem DAS dan gambut di Sumatera Selatan.

Kegiatan

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, 3–4 Februari 2022 Dalam rangka mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut secara terencana dan berkelanjutan, telah dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) di Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penting dalam penyusunan dokumen RPPEG yang berkualitas, sesuai dengan pedoman nasional serta disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan lokal di wilayah Sumatera Selatan. Tujuan dan Fokus Kegiatan Bimbingan teknis ini bertujuan untuk: Meningkatkan kapasitas teknis dan pemahaman pemangku kepentingan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, terkait proses penyusunan RPPEG, Memastikan bahwa data, informasi, dan metode yang digunakan dalam proses penyusunan RPPEG mengacu pada standar dan pedoman nasional yang berlaku, Menyelaraskan proses penyusunan RPPEG dengan inisiatif pengelolaan gambut yang sudah berjalan di berbagai tingkatan pemerintahan. Melalui bimtek ini, peserta dilatih untuk mampu menyusun dokumen RPPEG yang terintegrasi dengan program-program pengelolaan lahan gambut lainnya, baik yang bersifat regional, nasional, maupun yang berbasis masyarakat. Kolaborasi Strategis Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama antara ICRAF Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung perlindungan ekosistem gambut sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan daerah. Dukungan lintas sektor dalam kegiatan ini menjadi kunci dalam mendorong lahirnya RPPEG yang aplikatif, implementatif, dan responsif terhadap tantangan lingkungan. Hasil yang Diharapkan Dengan dilaksanakannya bimbingan teknis ini, diharapkan dapat: Terbentuk dokumen RPPEG yang kuat secara teknis dan kebijakan, yang mencakup identifikasi kawasan lindung gambut, strategi pengelolaan dan restorasi, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi, Mendorong sinergi antarinstansi dan pihak-pihak terkait dalam menjaga keberlanjutan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi dari ekosistem gambut di Sumatera Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi tonggak penting dalam memastikan bahwa upaya penyusunan RPPEG tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berbasis ilmiah, partisipatif, dan relevan dengan konteks lokal.

Kegiatan

Pengembangan Peta Jalan Implementasi Model Bisnis Berbasis Outcome Mapping Menuju Kesepakatan Peningkatan Penghidupan Berwawasan Lingkungan (KP2BL)

Palembang, 24–26 Januari 2022 Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Peta Jalan untuk Implementasi Model Bisnis dengan pendekatan kerangka Outcome Mapping sebagai langkah strategis menuju penyusunan Kesepakatan Peningkatan Penghidupan Berwawasan Lingkungan (KP2BL). Kegiatan ini berlangsung di Palembang pada 24–26 Januari 2022, dan merupakan kelanjutan dari upaya fasilitasi pengembangan model bisnis berbasis potensi lokal dan praktik pengelolaan gambut berkelanjutan di dua desa pilot, yaitu Desa Baru dan Desa Daya Kesuma, Kabupaten Banyuasin, yang terletak di kawasan hidrologis gambut (KHG) Saleh–Sugihan. Fokus dan Intervensi di Desa Pilot Dua model usaha yang menjadi fokus intervensi adalah: Desa Baru: Budidaya lebah madu dan mina padi (padi dan ikan), Desa Daya Kesuma: Budidaya padi ramah lingkungan dengan metode tanpa bakar serta penggunaan pupuk organik. Kegiatan ini bertujuan untuk: Membentuk Tim Kerja Bersama lintas level (desa hingga kabupaten) sebagai penggerak dalam implementasi model bisnis yang adaptif dan inklusif, Menyusun peta jalan (roadmap) sebagai panduan bersama dalam pengembangan penghidupan masyarakat desa yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan restorasi ekosistem gambut. Pendekatan Outcome Mapping digunakan dalam menyusun peta jalan ini guna memastikan partisipasi aktif para pihak dan memperkuat capaian yang dapat diukur secara kontekstual. Outcome Mapping berfokus pada perubahan perilaku mitra langsung serta relasi kerja antar aktor sebagai indikator keberhasilan dalam jangka panjang. Beberapa hasil penting dari kegiatan ini antara lain: Terbentuknya Tim Kerja Bersama yang terlibat aktif dalam penyusunan roadmap model bisnis berbasis pengelolaan gambut lestari, Tersusunnya draft dokumen peta jalan implementasi model bisnis menggunakan Outcome Mapping, yang mencakup elemen-elemen penting seperti: Visi dan misi bersama, Identifikasi mitra langsung dan strategis, Perumusan capaian dambaan dan penanda kemajuan, Penyusunan peta strategi kolaboratif. Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan Kegiatan ini merupakan bagian dari program kemitraan antara Forum DAS Sumatera Selatan dan ICRAF Indonesia, yang berkomitmen untuk mendorong transformasi sosial-ekologis di kawasan gambut melalui pendekatan kolaboratif, partisipatif, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Kegiatan

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tanaman Pohon di Jakabaring Sport City

Palembang, 26 Desember 2021 Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan fungsi ekosistem di wilayah perkotaan, Forum DAS Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap tanaman pohon yang ditanam di kawasan Jakabaring Sport City (JSC), Palembang. Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut penanaman pohon dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia tahun 2020. Monitoring Rutin Sepanjang Tahun 2021 Monev ini dilakukan secara rutin sebanyak 12 kali dalam setahun (satu kali setiap bulan dari Januari hingga Desember 2021) dengan tujuan utama: Menilai kondisi dan kelayakan tanaman sebagai penyimpanan cadangan air. Menjaga kelangsungan hidup pohon dengan melakukan pemeliharaan berupa pembersihan lahan sekitar, pemberian pupuk, serta penggantian bibit pada tanaman yang mati atau tidak tumbuh optimal. Kegiatan Monev yang berlangsung pada 26 Desember 2021 menjadi penutup rangkaian kegiatan pemantauan dan menjadi bagian penting dari upaya jangka panjang dalam membangun ruang hijau yang berfungsi secara ekologis di kawasan JSC. Kolaborasi Multipihak dan Peran Laskar Muda Forum DAS Sumsel Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Forum DAS Sumsel dan PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB), serta melibatkan partisipasi aktif dari Laskar Muda Forum DAS Sumsel. Peran Laskar Muda sangat signifikan dalam memastikan pemeliharaan dilakukan secara berkala dan konsisten sepanjang tahun. Pemantauan berkala ini tidak hanya fokus pada keberhasilan pertumbuhan pohon, tetapi juga menjadi indikator keberlanjutan kegiatan penghijauan, khususnya dalam konteks urban forestry dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) perkotaan. Keberadaan pohon-pohon yang sehat di kawasan strategis seperti Jakabaring Sport City diharapkan dapat: Menyerap air dan mengurangi limpasan permukaan, Menurunkan suhu mikroklimat lokal, Menambah estetika dan kualitas udara kota. Forum DAS Sumsel percaya bahwa kegiatan ini adalah bagian dari investasi ekologi jangka panjang yang akan memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Kegiatan

Lokakarya Lanjutan Penyusunan Dokumen RPPEG Kabupaten Banyuasin: Menyusun Langkah Strategis Perlindungan Ekosistem Gambut

Palembang, 26 November 2021 — Dalam rangka melanjutkan proses penyusunan dokumen perencanaan strategis untuk perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut di wilayah Kabupaten Banyuasin, telah diselenggarakan Lokakarya Lanjutan Penyusunan Dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Kabupaten Banyuasin. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari lokakarya pendahuluan yang telah dilaksanakan pada 24 September 2021, sekaligus menjadi tindak lanjut dari terbitnya Surat Keputusan Bupati Banyuasin No. 886/KPTS/DLH/2021 tentang Tim Penyusun Dokumen RPPEG Kabupaten Banyuasin. Setelah terbentuknya tim/kelompok kerja penyusunan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyusun langkah kerja berikutnya secara lebih sistematis. Lokakarya lanjutan ini bertujuan untuk: Menyusun rencana kerja tim penyusun/Pokja RPPEG yang akan mengawal keseluruhan proses dari awal hingga tersusunnya dokumen secara komprehensif. Melakukan inventarisasi data dan informasi teknis yang diperlukan, baik data spasial maupun non-spasial, yang akan menjadi fondasi utama dalam perumusan RPPEG sesuai konteks lokal Kabupaten Banyuasin. Menyelaraskan pemahaman teknis dan kebijakan antar anggota Pokja dan pemangku kepentingan, agar proses berjalan sinergis dan efisien. Kolaborasi untuk Ekosistem Gambut yang Berkelanjutan Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Forum DAS Sumatera Selatan dan ICRAF Indonesia, bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin. Pendekatan multipihak ini menjadi kunci dalam memastikan bahwa penyusunan RPPEG tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga relevan terhadap kondisi nyata lapangan dan berpihak pada kepentingan lingkungan jangka panjang. Dengan menyatukan peran lintas sektor dan mendorong dialog terbuka antar pemangku kepentingan, lokakarya ini menegaskan pentingnya penyusunan RPPEG sebagai dokumen arah kebijakan daerah yang memperhatikan keseimbangan ekologi, sosial, dan pembangunan. Langkah Strategis Menuju Kabupaten Banyuasin yang Tangguh Iklim Kabupaten Banyuasin, sebagai salah satu wilayah dengan tutupan gambut yang luas di Provinsi Sumatera Selatan, memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana ekologis. Oleh karena itu, RPPEG bukan hanya menjadi kebutuhan regulatif, melainkan juga fondasi penting untuk pengelolaan sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, komitmen pemerintah daerah dan para mitra semakin menguat untuk mewujudkan tata kelola gambut yang adaptif, kolaboratif, dan berpihak pada masa depan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat lokal.

Kegiatan

Penerapan Model Bisnis Berbasis Lingkungan di Desa Pilot Project Kabupaten Banyuasin

Desa Baru dan Desa Daya Kesuma, 2–6 & 21–25 Desember 2021 Dalam upaya mendorong pengelolaan bentang lahan berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat, Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia melaksanakan kegiatan Penerapan Model Business di dua desa pilot project di Kabupaten Banyuasin, yakni Desa Baru dan Desa Daya Kesuma. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Peat-IMPACTS yang bertujuan mengintegrasikan pendekatan ekonomi produktif dengan konservasi lingkungan, melalui pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan serta ramah ekosistem gambut dan lahan pertanian. Dua Tahap Pendampingan di Lapangan Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap kunjungan, masing-masing selama 5 hari per kunjungan, yaitu pada: 2–6 Desember 2021 untuk tahap awal pembentukan tim kerja dan pemetaan potensi desa, 21–25 Desember 2021 untuk tahap lanjutan implementasi model bisnis yang telah disepakati. Model Bisnis yang Diimplementasikan Setiap desa mengembangkan model usaha yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi lokalnya, yaitu: Desa Baru: Budidaya Lebah Madu, sebagai usaha ramah lingkungan yang mendukung konservasi hutan dan menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Mina Padi (budidaya ikan dan padi secara terpadu), sebagai bentuk inovasi pertanian berkelanjutan yang mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat. Desa Daya Kesuma: Pertanian Padi Ramah Lingkungan dengan pendekatan pengolahan lahan tanpa bakar dan penggunaan pupuk organik, sebagai alternatif dari praktik pembakaran lahan yang merusak ekosistem gambut. Pendekatan Partisipatif dan Kolaboratif Pada setiap tahap pelaksanaan, kegiatan dimulai dengan pembentukan dan penguatan tim kerja desa melalui metode Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan lokal, seperti tokoh masyarakat, pemerintah desa, kelompok tani, dan pemuda. Pendekatan ini memastikan bahwa implementasi model bisnis tidak hanya top-down, tetapi juga partisipatif dan berakar dari kebutuhan serta aspirasi masyarakat. Langkah Awal Menuju Ekonomi Hijau di Tingkat Desa Penerapan model bisnis ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat desa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pengelolaan sumber daya alam yang bijak dan berkelanjutan. Dengan inisiatif ini, Forum DAS Sumsel dan ICRAF berharap dapat mendemonstrasikan model replikasi yang dapat diterapkan di wilayah lain yang memiliki karakteristik ekosistem serupa. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan berdampingan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, jika dirancang dan dijalankan dengan kolaborasi lintas sektor dan berbasis pada potensi lokal. Desa Baru, Kab. Banyuasin Desa Daya Kesuma, Kab. Banyuasin

Kegiatan, Uncategorized

Lokakarya Multipihak: Membangun Kolaborasi untuk Peningkatan Penghidupan Masyarakat Desa dalam Pengelolaan Lahan Gambut Lestari

Palembang, 16 Desember 2021 Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Multipihak dengan tema “Membangun Kolaborasi untuk Peningkatan Penghidupan Masyarakat Desa dalam Pengelolaan Lahan Gambut Lestari” pada tanggal 16 Desember 2021 di Palembang. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis untuk membangun sinergi antara berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan lahan gambut berbasis masyarakat. Pembentukan Tim Kerja Bersama dan Komitmen Multipihak Lokakarya ini menjadi titik awal pembentukan Tim Kerja Bersama, yang bertugas merancang dan mengawal implementasi intervensi berbasis penghidupan berkelanjutan di tingkat desa hingga kabupaten. Komitmen multipihak ini ditujukan untuk mewujudkan pengelolaan lahan gambut yang tidak hanya lestari secara ekologis, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dua desa pilot yang menjadi fokus intervensi adalah: Desa Baru, dengan model usaha budidaya lebah madu dan mina padi (integrasi budidaya ikan dan padi). Desa Daya Kesuma, dengan pengembangan budidaya padi ramah lingkungan, melalui praktik tanpa bakar dan penggunaan pupuk organik. Lokakarya ini bertujuan untuk: Mengintegrasikan perspektif dan peran berbagai pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat desa, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, hingga akademisi, Menyusun rencana kerja bersama yang konkret dan terukur untuk pengelolaan gambut berbasis komunitas, Mendorong adopsi praktik-praktik ramah lingkungan dalam sektor pertanian dan perikanan di kawasan gambut. Kolaborasi Menuju Ketahanan Ekologis dan Ekonomi Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya bersama Forum DAS Sumsel dan ICRAF Indonesia untuk mengembangkan pendekatan kolaboratif dan partisipatif dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan lahan gambut. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan lahir solusi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.

Kegiatan

Lokakarya Penyusunan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI & KD) Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir

Palembang, 2–3 Desember 2021 — Dalam upaya mendorong pendidikan lingkungan yang kontekstual dan relevan dengan kondisi ekosistem lokal, Forum DAS Sumatera Selatan bekerjasama dengan ICRAF Indonesia menyelenggarakan kegiatan “Lokakarya Penyusunan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI & KD) Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut” untuk wilayah Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif pengembangan kurikulum muatan lokal berbasis pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan ekosistem gambut. Tujuan dari lokakarya ini adalah menyusun kerangka dasar pembelajaran yang akan menjadi acuan dalam penyusunan materi ajar dan implementasi pembelajaran di tingkat Sekolah Dasar, khususnya kelas 4–6. Mendorong Integrasi Nilai-Nilai Lingkungan ke Dunia Pendidikan Lokakarya ini bertujuan untuk: Menyusun Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang relevan dengan konteks lokal DAS dan gambut, sebagai dasar kurikulum muatan lokal di kedua kabupaten. Membangun kesepahaman bersama antar pemangku kepentingan pendidikan dan lingkungan terkait pentingnya pendidikan lingkungan berbasis lokal dalam mendukung keberlanjutan ekosistem. Mengintegrasikan pengetahuan ekosistem DAS dan gambut ke dalam materi pendidikan dasar sebagai upaya jangka panjang membentuk generasi yang peduli lingkungan. Kolaborasi Multipihak untuk Pendidikan Berkelanjutan Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dari Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, dan organisasi masyarakat sipil dari kedua kabupaten. Diskusi dan kerja bersama dalam lokakarya ini tidak hanya menghasilkan rumusan KI dan KD, tetapi juga membuka ruang sinergi antara sektor pendidikan dan sektor lingkungan. Kehadiran muatan lokal DAS dan gambut dalam kurikulum menjadi salah satu strategi penting untuk membangun kesadaran ekologis sejak dini, khususnya pada anak-anak yang hidup di wilayah yang memiliki keterkaitan erat dengan ekosistem gambut dan aliran sungai. Langkah Strategis untuk Pendidikan dan Lingkungan yang Terintegrasi Melalui kegiatan ini, Forum DAS Sumsel dan ICRAF Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menghubungkan pendidikan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Penyusunan KI dan KD ini akan menjadi pijakan penting dalam pengembangan modul ajar, pelatihan guru, dan penyusunan materi edukasi lingkungan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lokal.

Kegiatan

Pelatihan Pembuatan Website dan WebGIS : Mendorong Transformasi Digital Forum DAS Sumsel

Palembang, 1 Desember 2021 — Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan dan mendukung efektivitas program kerja, Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Forum DAS) Sumatera Selatan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Website dan WebGIS. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong transformasi digital dalam tata kelola Forum, khususnya dalam hal pengelolaan data, dokumentasi kegiatan, dan komunikasi informasi kepada publik. Pelatihan ini menjadi sarana strategis untuk membekali para anggota Forum DAS Sumsel dengan keterampilan teknis dasar dalam pengembangan situs web organisasi dan penerapan sistem informasi geografis berbasis web (WebGIS), yang ke depan akan menjadi media utama dalam mendukung kerja-kerja pengelolaan DAS yang lebih terbuka, partisipatif, dan berbasis data spasial. Kolaborasi untuk Kemandirian Digital Kegiatan pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Forum DAS Sumsel dan WRI Indonesia (World Resources Institute). WRI memberikan dukungan teknis dan fasilitasi pelatihan guna memastikan bahwa Forum DAS Sumsel memiliki kemandirian dalam mengelola data dan informasi, sekaligus meningkatkan peran Forum sebagai pusat koordinasi informasi pengelolaan DAS di Sumatera Selatan. Pelatihan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun platform informasi lingkungan yang dapat diakses publik, serta memperkuat komunikasi dan sinergi antara Forum DAS dengan pemangku kepentingan lain, baik pemerintah, swasta, akademisi, maupun masyarakat sipil. Menuju Forum DAS yang Lebih Digital, Terbuka, dan Responsif Dengan pelatihan ini, Forum DAS Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi informasi dalam mendukung pengelolaan DAS yang adaptif dan kolaboratif. Penerapan WebGIS juga akan memperluas akses terhadap data dan visualisasi spasial yang sangat penting dalam perencanaan dan pengambilan keputusan berbasis ekosistem.

Scroll to Top