Uncategorized

Uncategorized

Focus Group Discussion (FGD): Penggalian Opini Parapihak dalam Penyusunan Dokumen RPPEG Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, 18 Februari 2022 Dalam rangka menyusun dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Provinsi Sumatera Selatan yang inklusif dan partisipatif, telah dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan beragam pemangku kepentingan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian penyusunan RPPEG agar dokumen yang dihasilkan tidak hanya representatif secara teknis, namun juga memperhatikan perspektif, pengalaman, serta kebutuhan dari seluruh pihak yang berkepentingan terhadap keberlanjutan ekosistem gambut. FGD ini bertujuan untuk menggali opini, gagasan, tantangan, dan masukan konstruktif dari para pihak yang terlibat atau terdampak dalam pengelolaan ekosistem gambut. Pendekatan partisipatif menjadi kunci utama agar dokumen RPPEG yang dihasilkan mampu: Menjawab kebutuhan daerah secara tepat guna, Memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan gambut, Mewujudkan penghidupan masyarakat sekitar lahan gambut secara berkelanjutan. Opini dan masukan yang dikumpulkan dikelompokkan berdasarkan klaster kepentingan dan wewenang, yakni: Pemerintah (provinsi dan kabupaten/kota), Dunia usaha/swasta, Akademisi/perguruan tinggi, Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat sipil. Setiap kelompok diberikan ruang untuk menyampaikan perspektif mereka, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi serta rekomendasi solusi dalam pengelolaan ekosistem gambut di wilayah masing-masing. Kolaborasi untuk Gambut Berkelanjutan Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Forum DAS Sumatera Selatan dan ICRAF Indonesia, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong tata kelola ekosistem gambut yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui FGD ini, diharapkan proses penyusunan RPPEG tidak hanya menjadi proses teknokratis, tetapi juga proses sosial yang membangun kepemilikan bersama terhadap arah dan isi dokumen yang akan dijalankan ke depan. Hasil dari FGD ini akan dihimpun dan dianalisis untuk memperkaya substansi dokumen RPPEG, serta menguatkan strategi perlindungan dan pengelolaan berbasis kolaborasi, menyusun peta peran dan kontribusi para pihak dalam implementasi RPPEG, dan Meningkatkan legitimasi dan dukungan terhadap dokumen RPPEG ketika diimplementasikan di tingkat daerah. Dengan mengedepankan keterlibatan multipihak, penyusunan RPPEG Sumatera Selatan diharapkan mampu menjadi model percontohan bagi wilayah lain dalam pengelolaan ekosistem gambut secara inklusif, responsif, dan berkelanjutan.

Kegiatan, Uncategorized

Lokakarya Multipihak: Membangun Kolaborasi untuk Peningkatan Penghidupan Masyarakat Desa dalam Pengelolaan Lahan Gambut Lestari

Palembang, 16 Desember 2021 Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Multipihak dengan tema “Membangun Kolaborasi untuk Peningkatan Penghidupan Masyarakat Desa dalam Pengelolaan Lahan Gambut Lestari” pada tanggal 16 Desember 2021 di Palembang. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis untuk membangun sinergi antara berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan lahan gambut berbasis masyarakat. Pembentukan Tim Kerja Bersama dan Komitmen Multipihak Lokakarya ini menjadi titik awal pembentukan Tim Kerja Bersama, yang bertugas merancang dan mengawal implementasi intervensi berbasis penghidupan berkelanjutan di tingkat desa hingga kabupaten. Komitmen multipihak ini ditujukan untuk mewujudkan pengelolaan lahan gambut yang tidak hanya lestari secara ekologis, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dua desa pilot yang menjadi fokus intervensi adalah: Desa Baru, dengan model usaha budidaya lebah madu dan mina padi (integrasi budidaya ikan dan padi). Desa Daya Kesuma, dengan pengembangan budidaya padi ramah lingkungan, melalui praktik tanpa bakar dan penggunaan pupuk organik. Lokakarya ini bertujuan untuk: Mengintegrasikan perspektif dan peran berbagai pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat desa, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, hingga akademisi, Menyusun rencana kerja bersama yang konkret dan terukur untuk pengelolaan gambut berbasis komunitas, Mendorong adopsi praktik-praktik ramah lingkungan dalam sektor pertanian dan perikanan di kawasan gambut. Kolaborasi Menuju Ketahanan Ekologis dan Ekonomi Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya bersama Forum DAS Sumsel dan ICRAF Indonesia untuk mengembangkan pendekatan kolaboratif dan partisipatif dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan lahan gambut. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan lahir solusi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.

Uncategorized

Lokakarya Pengarusutamaan Kurikulum Pendidikan Lingkungan DAS dan Gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir

14 – 15 Oktober 2021 – Dalam rangka memperkuat integrasi isu lingkungan ke dalam dunia pendidikan dasar, Forum DAS Sumatera Selatan bekerja sama dengan ICRAF Indonesia, serta didukung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menyelenggarakan Lokakarya Peningkatan Kapasitas dan Pengarusutamaan Kurikulum Pendidikan Lingkungan (DAS dan Gambut) sebagai Materi Muatan Lokal bagi Siswa Sekolah Dasar. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk menanamkan kesadaran dan pengetahuan lingkungan kepada generasi muda sejak dini, khususnya melalui kurikulum muatan lokal yang berfokus pada pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan ekosistem gambut – dua aspek penting dalam menjaga keseimbangan ekologi di Sumatera Selatan. Lokakarya ini bertujuan untuk: Membangun kesamaan persepsi dan tujuan antara Forum DAS Sumsel, ICRAF, dan OPD terkait di Kabupaten OKI mengenai pentingnya edukasi lingkungan melalui penyusunan kurikulum muatan lokal dan bahan ajar yang relevan. Menghimpun ide, saran, dan rencana kerja dari pemerintah daerah, khususnya OPD yang bergerak di bidang pendidikan dan lingkungan, dalam proses pengarusutamaan isu DAS dan gambut ke dalam materi pembelajaran untuk siswa SD kelas 4, 5, dan 6. Mendapatkan masukan tentang lokus kegiatan projek, termasuk identifikasi sekolah dan wilayah potensial sebagai titik awal implementasi kurikulum. Mengumpulkan saran teknis terkait penyusunan draft kurikulum dan bahan ajar pendidikan lingkungan, untuk memastikan konten yang dikembangkan sesuai konteks lokal dan mudah diterapkan dalam pembelajaran. Kolaborasi dan Pendekatan Partisipatif Pada fase ini, Forum DAS Sumsel dan ICRAF tidak hanya melakukan pengumpulan data dan informasi terkait kebutuhan serta daya dukung penyusunan kurikulum, tetapi juga melakukan dialog intensif dan koordinasi dengan berbagai pihak di tingkat kabupaten. Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam proses ini antara lain: Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Badan Restorasi Gambut dan Mangrove. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen kurikulum dan bahan ajar yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memiliki legitimasi dan dukungan kuat dari pemerintah daerah serta kesesuaian dengan kebutuhan lokal. Langkah Menuju Generasi Peduli Lingkungan Melalui kegiatan ini, Kabupaten OKI mengambil langkah progresif dalam membekali anak-anak dengan wawasan lingkungan yang kuat sejak dini. Pengarusutamaan materi DAS dan gambut dalam pendidikan dasar merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi masa depan yang paham, peduli, dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan hidup.

Uncategorized

Lokakarya Peningkatan Kapasitas dan Pengarusutamaan Kurikulum Pendidikan Lingkungan DAS dan Gambut di Kabupaten Banyuasin

Palembang, 23 – 24 September 2021 — Sebagai langkah konkret dalam mendorong pendidikan lingkungan hidup sejak dini, Forum DAS Sumatera Selatan bekerja sama dengan ICRAF Indonesia, serta didukung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin, menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Peningkatan Kapasitas dan Pengarusutamaan Kurikulum Pendidikan Lingkungan (DAS dan Gambut) sebagai Materi Muatan Lokal bagi Siswa Sekolah Dasar. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian inisiatif untuk mengintegrasikan isu-isu penting pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan ekosistem gambut ke dalam sistem pendidikan dasar, khususnya pada jenjang SD kelas 4, 5, dan 6 di Kabupaten Banyuasin. Pengarusutamaan materi lingkungan ini dipandang penting sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang sadar lingkungan, tangguh, dan peduli terhadap keberlanjutan alam. Lokakarya ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk: Membangun kesamaan persepsi dan tujuan antara OPD terkait di Kabupaten Banyuasin dengan Forum DAS Sumsel dan ICRAF dalam merancang dan mengimplementasikan kurikulum muatan lokal pendidikan lingkungan. Menghimpun ide dan saran dari para pemangku kepentingan, khususnya OPD di tingkat kabupaten, terkait target dan rencana kerja pengembangan materi pendidikan lingkungan DAS dan gambut. Mendapatkan masukan mengenai lokus kegiatan projek, baik dari sisi kesiapan sekolah, wilayah, maupun dukungan kebijakan daerah. Mengumpulkan saran teknis untuk penyusunan draft kurikulum dan bahan ajar terkait pengelolaan DAS dan lahan gambut, yang relevan, kontekstual, dan membumi bagi peserta didik di Sumatera Selatan. Ruang Kolaborasi Multipihak Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga menjadi sarana koordinasi lintas sektor, yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di tingkat kabupaten seperti Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, hingga Badan Restorasi Gambut dan Mangrove. Selain dialog dan pengumpulan masukan, Forum DAS Sumsel dan ICRAF juga melakukan inventarisasi data dan informasi mengenai kebutuhan, sumber daya, serta daya dukung yang dibutuhkan dalam proses penyusunan kurikulum dan bahan ajar pendidikan lingkungan. Langkah Awal Menuju Generasi Peduli Lingkungan Lokakarya ini menandai awal dari upaya sistematis untuk memasukkan nilai-nilai konservasi, pelestarian air, lahan, dan hutan gambut ke dalam ruang kelas dasar. Dengan dukungan berbagai pihak, pengembangan kurikulum muatan lokal ini diharapkan mampu menanamkan pengetahuan dan sikap peduli lingkungan pada peserta didik sejak usia dini, sebagai bagian dari solusi jangka panjang atas krisis lingkungan yang dihadapi. Forum DAS Sumatera Selatan dan ICRAF Indonesia berkomitmen untuk terus memfasilitasi proses penyusunan kurikulum berbasis lingkungan ini, sebagai bagian dari pembangunan pendidikan yang selaras dengan pelestarian alam.

Scroll to Top