Author name: admin

Kegiatan

Perempuan dan Lingkungan : Forum DAS Sumsel Lanjutkan Kajian Gender di Desa Pedamaran

Pada tanggal 11 Juli 2022, Tim Gender Forum DAS Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan pengambilan data lanjutan di Desa Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama antara Forum DAS Sumatera Selatan dengan CIFOR (Center for International Forestry Research) dalam upaya memperkuat perspektif gender dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan pembangunan berkelanjutan di wilayah Sumatera Selatan. Pelaksanaan pengambilan data ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai peran, partisipasi, serta tantangan yang dihadapi perempuan dan laki-laki dalam pengelolaan sumber daya alam di tingkat desa. Data tersebut menjadi dasar penting untuk menyusun rekomendasi kebijakan dan program pemberdayaan yang lebih responsif terhadap kesetaraan gender. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi Forum DAS Sumsel untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat lokal, perangkat desa, serta kelompok perempuan yang menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem DAS. Melalui kegiatan ini, Forum DAS Sumsel bersama CIFOR berharap dapat mendorong penerapan prinsip keadilan gender dalam setiap aspek pengelolaan lingkungan hidup, sehingga manfaat dari pembangunan dapat dirasakan secara setara oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan

Inisiasi Baru Laskar Muda Forum DAS Sumsel : Menyambut Generasi Muda Peduli Lingkungan

12 Juni 2022 Sekretariat Forum DAS Sumatera Selatan, Palembang Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Goes to Campus Laskar Muda Forum DAS Sumatera Selatan, Forum DAS Sumsel kembali menyelenggarakan kegiatan Penyambutan Inisiasi Baru Laskar Muda Forum DAS Sumatera Selatan pada tanggal 12 Juni 2022 bertempat di Sekretariat Forum DAS Sumsel, Palembang. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam proses pembentukan generasi muda yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, khususnya dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara berkelanjutan. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan masa orientasi dan pengenalan antara pengurus Laskar Muda Forum DAS Sumsel dengan inisiasi baru Laskar Muda tahun 2022, sehingga tercipta suasana kebersamaan, saling mengenal, dan terjalin hubungan yang harmonis di antara anggota. Melalui kegiatan penyambutan ini, para inisiasi baru diperkenalkan pada visi, misi, nilai, dan program kerja Laskar Muda Forum DAS Sumsel, serta diperkuat pemahamannya mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam di Sumatera Selatan. Selain sesi perkenalan dan diskusi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi motivasi, berbagi pengalaman dari para pengurus senior, serta pemaparan tentang rencana kegiatan Laskar Muda ke depan. Diharapkan melalui kegiatan ini, para inisiasi baru dapat lebih termotivasi dan siap untuk berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan yang akan dilaksanakan oleh Forum DAS Sumsel. Kegiatan penyambutan ini bukan sekadar ajang pertemuan, tetapi juga merupakan awal perjalanan kolaborasi dan pembentukan karakter generasi muda peduli lingkungan yang akan menjadi penggerak utama dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang lestari dan mendukung pembangunan ekonomi hijau di Sumatera Selatan.

Kegiatan

Goes to Campus: Laskar Muda Forum DAS Sumatera Selatan Perkuat Peran Generasi Muda Peduli Lingkungan

Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang, 31 Mei 2022 Sebagai upaya menumbuhkan semangat kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berkelanjutan, Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Provinsi Sumatera Selatan (Forum DAS Sumsel) melaksanakan kegiatan Goes to Campus Laskar Muda Forum DAS Sumatera Selatan pada Selasa, 31 Mei 2022, bertempat di Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Laskar Muda Forum DAS Sumsel yang berfokus pada pengenalan peran Forum DAS Sumsel kepada kalangan akademisi dan mahasiswa, sekaligus menjadi momentum rekrutmen anggota inisiasi baru Laskar Muda Forum DAS Sumatera Selatan Tahun 2022. Dalam kegiatan ini, para peserta yang terdiri dari mahasiswa berbagai program studi UIGM mendapat kesempatan untuk mengenal lebih dekat tentang peran strategis Forum DAS Sumsel sebagai lembaga multi-pihak yang berkomitmen menjaga keberlanjutan pengelolaan DAS di Sumatera Selatan. Selain itu, mereka juga diajak berdiskusi dan berdialog langsung mengenai pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian lingkungan dan penerapan prinsip pembangunan ekonomi hijau (green economy) di tingkat lokal maupun regional. Melalui Goes to Campus ini, Forum DAS Sumsel berupaya menanamkan nilai-nilai kepemimpinan lingkungan, memperkuat jejaring kolaborasi antara lembaga dan perguruan tinggi, serta mencetak kader muda yang memiliki wawasan ekologis dan kepedulian tinggi terhadap kelestarian sumber daya alam. Partisipasi aktif mahasiswa UIGM dalam kegiatan ini menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya komunitas Laskar Muda Forum DAS Sumsel yang lebih solid, inovatif, dan berdaya guna bagi masa depan lingkungan Sumatera Selatan yang lebih lestari dan berkelanjutan.

Kegiatan

Evaluasi Uji Coba dan Finalisasi Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut Kabupaten OKI

Hotel Emilia, Palembang – 25 Mei 2022 Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia melaksanakan kegiatan Evaluasi Uji Coba dan Finalisasi Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut yang diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar kelas 4, 5, dan 6 di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian uji coba kurikulum muatan lokal yang sebelumnya telah dilaksanakan di sekolah-sekolah sasaran. Uji coba tersebut memberikan gambaran mengenai sejauh mana pemahaman peserta didik, kesiapan tenaga pendidik, serta efektivitas bahan ajar dalam proses pembelajaran. Melalui forum evaluasi ini, masukan dan pengalaman dari para guru, siswa, serta pemangku kepentingan dihimpun untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih aplikatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Adapun output kegiatan ini antara lain: Draf final kurikulum dan bahan ajar muatan lokal DAS dan Gambut untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 Sekolah Dasar di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Rekomendasi hasil evaluasi uji coba yang menjadi dasar dalam penyempurnaan serta penerapan kurikulum secara lebih luas di sekolah-sekolah sasaran. Melalui kegiatan ini, Forum DAS Sumsel dan ICRAF Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan lingkungan berbasis ekosistem DAS dan gambut sejak dini. Kurikulum muatan lokal ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran, kepedulian, serta partisipasi generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, khususnya ekosistem DAS dan gambut di Sumatera Selatan.

Kegiatan

Uji Coba Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir

SD Negeri 01 Mulyaguna, Kabupaten Ogan Komering Ilir – Sumatera Selatan Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia, dengan dukungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Komering Ilir, melaksanakan kegiatan Uji Coba Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut untuk siswa sekolah dasar kelas 4, 5, dan 6. Kegiatan ini berlangsung di SD Negeri 01 Mulyaguna, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pelaksanaan uji coba ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan respon peserta didik terhadap materi pembelajaran berbasis muatan lokal, sekaligus melihat kesiapan sekolah dalam penerapan kurikulum ini. Melalui uji coba, diharapkan akan diperoleh masukan yang berharga untuk penyempurnaan kurikulum sebelum diterapkan secara lebih luas di sekolah-sekolah sasaran. Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama, yaitu: Mengetahui tingkat kesiapan sekolah, guru, dan peserta didik dalam penerapan kurikulum muatan lokal DAS dan Gambut pada siswa kelas 4, 5, dan 6 SD di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan kurikulum muatan lokal DAS dan Gambut. Menghimpun saran dan masukan terhadap draft bahan ajar atau buku bacaan terpadu yang telah disusun. Selain itu, tenaga pendidik diharapkan mampu mengimplementasikan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi lokal di sekitar sekolah, melibatkan instansi terkait, dunia usaha, maupun tokoh masyarakat. Guru juga didorong untuk menggunakan strategi pembelajaran yang mendorong keaktifan peserta didik, baik secara mental, fisik, maupun sosial, sehingga proses belajar lebih interaktif dan aplikatif. Kegiatan ini merupakan langkah awal penting dalam membangun generasi muda yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan ekosistem gambut. Melalui pendidikan sejak dini, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan dan menjadi bagian dari keseharian siswa di masa mendatang.

Kegiatan

Penguatan Kapasitas Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin, Sumatera Selatan

Palembang, 18–19 April 2022 Kegiatan Penguatan Kapasitas Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut diselenggarakan di Palembang pada tanggal 18–19 April 2022. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas tenaga pendidik dalam mengintegrasikan isu-isu lingkungan, khususnya terkait Daerah Aliran Sungai (DAS) dan ekosistem gambut, ke dalam kurikulum muatan lokal di tingkat sekolah dasar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada tenaga pendidik kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar mengenai pentingnya menjaga kelestarian DAS dan ekosistem gambut. Materi yang diberikan mencakup pemahaman dasar tentang fungsi ekologis DAS dan gambut, peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, serta kaitannya dengan keberlanjutan hidup generasi mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga membekali para tenaga pendidik dengan keterampilan pedagogis, khususnya teknik mengajar yang baik dan kreatif dalam menyampaikan materi terkait kurikulum muatan lokal DAS dan gambut. Hal ini diharapkan mampu mendorong siswa untuk lebih peduli dan memahami pentingnya pengelolaan lingkungan sejak dini. Kegiatan ini turut menjadi wadah untuk menghimpun saran, masukan, dan kritik konstruktif terhadap draf bahan ajar atau buku bacaan terpadu yang tengah disusun sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal DAS dan gambut. Melalui diskusi interaktif, tenaga pendidik dapat menyampaikan pengalaman, tantangan, serta kebutuhan yang relevan dengan konteks pembelajaran di sekolah masing-masing. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir sinergi antara tenaga pendidik, pemerintah daerah, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memperkuat implementasi kurikulum muatan lokal DAS dan gambut. Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya pelestarian lingkungan, sekaligus mendukung upaya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan di Kabupaten OKI dan Banyuasin.

Kegiatan

Membangun Kolaborasi untuk Peningkatan Penghidupan Masyarakat Desa dalam Pengelolaan Lahan Gambut Lestari

Palembang, 19 April 2022 Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia menyelenggarakan kegiatan “Membangun Kolaborasi untuk Peningkatan Penghidupan Masyarakat Desa dalam Pengelolaan Lahan Gambut Lestari” pada 19 April 2022 di Hotel Aryaduta Palembang. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat kerja sama multipihak untuk mendukung penghidupan masyarakat desa yang berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem gambut. Fokus utama kegiatan adalah pembentukan Tim Kerja Bersama serta penetapan kesepakatan kolaborasi untuk menjalankan berbagai intervensi di empat desa pilot, yaitu: Desa Lebung Itam, Desa Jadi Mulya, Desa Nusakarta, dan Desa Daya Kesuma Rengas Abang. Keempat desa tersebut berada di kawasan KHG Saleh–Sugihan dan KHG Sugihan–Lumpur, wilayah yang memiliki potensi besar sekaligus tantangan dalam pengelolaan gambut secara lestari. Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan – mulai dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat desa – diajak untuk duduk bersama dan menyinergikan program yang telah, sedang, maupun akan dijalankan. Sinergi ini penting agar intervensi yang dilakukan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dalam rangka mewujudkan penghidupan masyarakat desa yang lebih baik, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Forum DAS Sumsel menekankan bahwa keberhasilan program berbasis ekosistem gambut tidak dapat dicapai tanpa adanya partisipasi aktif dan kolaborasi nyata dari seluruh pihak. Oleh karena itu, kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal membangun komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola gambut yang adil, berdaya guna, dan lestari di Sumatera Selatan.

Kegiatan

Sosialisasi SK Tim Pokja Penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Kabupaten Ogan Komering Ilir

Palembang, 14 April 2022 Sebagai bagian dari rangkaian penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) di Provinsi Sumatera Selatan, Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi SK Tim Pokja Penyusunan RPPEG Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada tanggal 14 April 2022. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari proses penyiapan kelembagaan dan koordinasi multipihak di tingkat kabupaten, yang menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem gambut sekaligus mendukung penghidupan masyarakat di sekitar kawasan gambut. Dalam sosialisasi ini, dipaparkan pula hasil sementara analisis spasial RPPEG Sumatera Selatan, yang menjadi dasar dalam pemetaan potensi, tantangan, dan arah kebijakan pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan. Analisis spasial ini menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap langkah perencanaan berbasis data dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan di Kabupaten OKI tidak hanya memperoleh informasi mengenai peran dan mandat Tim Pokja RPPEG, tetapi juga didorong untuk aktif berkontribusi dalam proses penyusunan dokumen RPPEG Kabupaten. Kolaborasi lintas pihak – baik pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, maupun sektor swasta – diharapkan mampu menghasilkan dokumen RPPEG yang berkualitas, implementatif, dan selaras dengan RPPEG Provinsi. Kegiatan ini menegaskan kembali komitmen Forum DAS Sumatera Selatan dan ICRAF Indonesia dalam memperkuat tata kelola gambut yang berkelanjutan melalui pendekatan partisipatif dan berbasis ilmu pengetahuan.

Kegiatan

Kunjungan ke 4 Desa Pilot di Kabupaten Ogan Komering Ilir Persiapan, Pembekalan, dan Penguatan Tim Kerja Desa untuk Mewujudkan Penghidupan Berwawasan Lingkungan di Ekosistem Gambut

Ogan Komering Ilir, 7–11 Maret 2022 Sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendorong pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, Forum DAS Sumatera Selatan bekerja sama dengan ICRAF Indonesia melaksanakan kegiatan kunjungan lapangan ke empat desa pilot di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yaitu Desa Rengas Abang, Desa Jadi Mulya, Desa Lebung Itam, dan Desa Nusakarta. Kegiatan ini berfokus pada persiapan, pembekalan, dan penguatan Tim Kerja Desa sebagai aktor utama di tingkat tapak yang akan menjalankan intervensi program berbasis penghidupan berwawasan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk: Memperkenalkan dan mematangkan model usaha tani yang sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing desa, Menyusun dan memperkuat struktur Tim Kerja Desa yang bertugas dalam pelaksanaan program di desa masing-masing, Membangun pemahaman bersama tentang pentingnya pendekatan partisipatif dalam menjaga kelestarian ekosistem gambut dan kesejahteraan masyarakat secara bersamaan. Selama kunjungan lima hari, tim pelaksana melakukan serangkaian aktivitas, antara lain: Diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan masyarakat desa, Identifikasi potensi usaha tani dan sumber daya lokal, Penjaringan aspirasi masyarakat terkait jenis intervensi yang sesuai dan berkelanjutan, Pembentukan dan penguatan Tim Kerja Desa sebagai motor penggerak kegiatan di lapangan. Setiap desa pilot diberikan ruang untuk mengembangkan model usaha yang paling relevan, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun ekologi, dengan memperhatikan keberlanjutan jangka panjang serta pelestarian ekosistem gambut. Dari kegiatan ini, telah dihasilkan dua keluaran utama: Tersusunnya Tim Kerja Desa yang solid dan siap untuk menjalankan peran koordinatif di tingkat desa. Pemetaan dan pematangan model usaha tani spesifik desa yang akan menjadi dasar pelaksanaan program penghidupan berwawasan lingkungan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengimplementasikan pendekatan terpadu yang tidak hanya menekankan aspek konservasi gambut, tetapi juga menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat lokal melalui model usaha yang lestari dan adaptif terhadap kondisi desa masing-masing. Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lestari Program ini merupakan bagian dari inisiatif jangka panjang Forum DAS Sumsel dan ICRAF Indonesia dalam mengembangkan model intervensi berbasis tapak untuk perlindungan ekosistem gambut dan penguatan ekonomi masyarakat. Ke depan, keempat desa pilot diharapkan menjadi contoh praktik baik bagi wilayah lain dalam mengelola lahan gambut secara bijak dan berkelanjutan.

Uncategorized

Focus Group Discussion (FGD): Penggalian Opini Parapihak dalam Penyusunan Dokumen RPPEG Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, 18 Februari 2022 Dalam rangka menyusun dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Provinsi Sumatera Selatan yang inklusif dan partisipatif, telah dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan beragam pemangku kepentingan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian penyusunan RPPEG agar dokumen yang dihasilkan tidak hanya representatif secara teknis, namun juga memperhatikan perspektif, pengalaman, serta kebutuhan dari seluruh pihak yang berkepentingan terhadap keberlanjutan ekosistem gambut. FGD ini bertujuan untuk menggali opini, gagasan, tantangan, dan masukan konstruktif dari para pihak yang terlibat atau terdampak dalam pengelolaan ekosistem gambut. Pendekatan partisipatif menjadi kunci utama agar dokumen RPPEG yang dihasilkan mampu: Menjawab kebutuhan daerah secara tepat guna, Memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan gambut, Mewujudkan penghidupan masyarakat sekitar lahan gambut secara berkelanjutan. Opini dan masukan yang dikumpulkan dikelompokkan berdasarkan klaster kepentingan dan wewenang, yakni: Pemerintah (provinsi dan kabupaten/kota), Dunia usaha/swasta, Akademisi/perguruan tinggi, Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat sipil. Setiap kelompok diberikan ruang untuk menyampaikan perspektif mereka, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi serta rekomendasi solusi dalam pengelolaan ekosistem gambut di wilayah masing-masing. Kolaborasi untuk Gambut Berkelanjutan Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Forum DAS Sumatera Selatan dan ICRAF Indonesia, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong tata kelola ekosistem gambut yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui FGD ini, diharapkan proses penyusunan RPPEG tidak hanya menjadi proses teknokratis, tetapi juga proses sosial yang membangun kepemilikan bersama terhadap arah dan isi dokumen yang akan dijalankan ke depan. Hasil dari FGD ini akan dihimpun dan dianalisis untuk memperkaya substansi dokumen RPPEG, serta menguatkan strategi perlindungan dan pengelolaan berbasis kolaborasi, menyusun peta peran dan kontribusi para pihak dalam implementasi RPPEG, dan Meningkatkan legitimasi dan dukungan terhadap dokumen RPPEG ketika diimplementasikan di tingkat daerah. Dengan mengedepankan keterlibatan multipihak, penyusunan RPPEG Sumatera Selatan diharapkan mampu menjadi model percontohan bagi wilayah lain dalam pengelolaan ekosistem gambut secara inklusif, responsif, dan berkelanjutan.

Scroll to Top