Author name: admin

Kegiatan

Kolaborasi Lintas OPD Banyuasin untuk Penguatan Sektor Pertanian, Perikanan, Pemberdayaan Desa, dan Lingkungan Hidup

Pada Rabu, 11 Januari 2023, telah dilaksanakan diskusi koordinatif bersama berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Banyuasin melalui forum KP2BL. Pertemuan ini menjadi wadah untuk menyelaraskan program, mengidentifikasi kebutuhan, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah. 1. Dinas Pertanian: Penguatan Kelembagaan & Teknik Budidaya Dinas Pertanian menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan dan teknik budidaya sebagai fondasi peningkatan produksi. Beberapa poin yang menjadi pembahasan meliputi: Fasilitasi usulan uji mutu hasil pertanian Penguatan kelembagaan petani, termasuk penyuluhan koperasi dan aspek legalitas Pendampingan pemasaran dan edukasi pasca panen untuk meningkatkan daya saing produk Langkah ini diharapkan mampu mendorong efisiensi produksi sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai nilai pertanian. 2. Dinas Perikanan: Pengembangan Usaha Mina Padi Di sektor perikanan, fokus diskusi tertuju pada optimalisasi usaha mina padi sebagai inovasi peningkatan pendapatan masyarakat. Beberapa upaya yang dibahas antara lain: Penyediaan bibit ikan gabus ukuran 10–12 cm Implementasi biosecurity menggunakan waring pada kedalaman 60–90 cm untuk menjaga kualitas dan keamanan budidaya Program ini dinilai potensial untuk meningkatkan produktivitas perikanan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. 3. DPMD: Penguatan BUMDes untuk Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memberikan perhatian pada pengembangan BUMDes sebagai motor perekonomian desa. Fokus yang disampaikan meliputi: Pembinaan dan pemberdayaan BUMDes dalam meningkatkan kualitas komoditas, terutama padi Kebutuhan pendampingan usaha melalui fasilitas pemasaran, pasca panen, dan promosi Dengan penguatan ini, BUMDes diharapkan mampu menjadi lembaga ekonomi desa yang mandiri dan inovatif. 4. Dinas Lingkungan Hidup: Edukasi Lingkungan & Pengendalian Pencemaran Dalam bidang lingkungan hidup, beberapa program prioritas turut dibahas, antara lain: Sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar di Desa Baru Kegiatan pengawasan serta penyuluhan lingkungan, seperti pelatihan pembuatan kompos di Desa Daya Kusuma Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan lingkungan bagi lembaga kemasyarakatan di tingkat kabupaten/kota Upaya ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Diskusi lintas OPD ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam membangun sektor-sektor strategis melalui pendekatan terpadu dan kolaboratif. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat pencapaian berbagai program prioritas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Kegiatan

Penyerahan Laporan Kurikulum Mulok DAS & Gambut : Penguatan Pendidikan Berbasis Lingkungan di Banyuasin

Pada 11 Januari 2023, Forum DAS Sumatera Selatan bersama tim penyusun kurikulum melakukan penyerahan resmi Laporan Kurikulum Muatan Lokal (Mulok) Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Gambut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin. Kegiatan ini berlangsung di kantor Dinas Pendidikan dan menjadi langkah strategis dalam upaya memperkuat pendidikan berbasis lingkungan di wilayah yang memiliki karakteristik ekologi khas. Kurikulum Mulok DAS dan Gambut disusun sebagai upaya menghadirkan materi pembelajaran yang relevan dengan kondisi geografis Kabupaten Banyuasin, yang memiliki kawasan gambut dan aliran sungai yang luas. Kurikulum ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya pelestarian lingkungan, pengelolaan ekosistem gambut, serta peran vital DAS dalam kehidupan masyarakat. Penyerahan laporan ini bertujuan untuk menyampaikan perkembangan, penyesuaian, serta rekomendasi penguatan kurikulum yang telah disusun. Melalui dokumen tersebut, diharapkan Dinas Pendidikan dapat melakukan tindak lanjut berupa evaluasi, pembinaan, dan implementasi secara bertahap di sekolah-sekolah yang berada di kawasan DAS dan gambut. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara tim penyusun kurikulum, mitra pendidikan, dan pemerintah daerah. Dengan sinergi yang baik, diharapkan penerapan Kurikulum Mulok DAS dan Gambut dapat lebih terarah, berdampak, dan mampu membentuk generasi yang memiliki kesadaran lingkungan serta kemampuan adaptasi terhadap tantangan ekologi di wilayahnya.

Kegiatan

Koordinasi dan Kunjungan Lapangan Forum DAS Jambi ke Forum DAS Sumatera Selatan

Desa Baru, Kabupaten Banyuasin | 13–14 Desember 2022 Forum DAS Sumatera Selatan menerima kunjungan dari Forum DAS Jambi dalam rangka kegiatan Koordinasi dan Kunjungan Lapangan yang berlangsung pada tanggal 13–14 Desember 2022 di Desa Baru, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat jejaring dan pertukaran pengetahuan antar Forum DAS provinsi, khususnya dalam upaya bersama mewujudkan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) yang berkelanjutan. Dalam kesempatan ini, Forum DAS Sumatera Selatan berbagi pengalaman dan praktik baik (best practices) yang telah dilakukan di wilayah kerjanya, terutama dalam membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak, salah satunya ICRAF Indonesia. Desa Baru yang menjadi lokasi kunjungan merupakan salah satu desa percontohan (pilot village) yang aktif dalam program pengelolaan DAS berwawasan lingkungan dan peningkatan penghidupan masyarakat berbasis sumber daya alam berkelanjutan. Melalui kunjungan lapangan ini, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan dapat menghasilkan dampak nyata terhadap pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain kunjungan lapangan, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan koordinasi antar pengurus Forum DAS dari kedua provinsi, yang membahas tantangan, peluang, serta langkah kolaboratif ke depan dalam memperkuat kelembagaan Forum DAS di tingkat daerah. Forum DAS Sumatera Selatan berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antar Forum DAS di Pulau Sumatera, guna mendukung pengelolaan DAS yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan.

Kegiatan

Lokakarya Pembelajaran Praktik Baik Pengembangan Usaha dalam Pengelolaan KHG Berkelanjutan di Provinsi Sumatera Selatan

Hotel Aryaduta Palembang | 12–13 Desember 2022 Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia melaksanakan kegiatan Lokakarya Pembelajaran Praktik Baik (Best Practice) Pengembangan Usaha dalam Pengelolaan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) secara Berkelanjutan di Provinsi Sumatera Selatan, yang berlangsung pada 12–13 Desember 2022 di Hotel Aryaduta Palembang. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali, mengompilasi, dan mensintesis pengetahuan serta pengalaman lapangan terkait praktik pengelolaan lahan gambut lestari dari berbagai pihak — baik swasta, asosiasi, maupun kelompok masyarakat. Seluruh informasi yang terkumpul akan menjadi bagian dari sistem pengelolaan pengetahuan (knowledge management system) yang dapat dimanfaatkan secara luas dalam mendukung kebijakan dan perencanaan pengelolaan ekosistem gambut yang lebih berkelanjutan di masa mendatang. Fokus utama lokakarya ini adalah menggali pembelajaran dari para pelaku usaha di sektor hutan tanaman industri (HTI), jasa lingkungan, perkebunan kelapa sawit, karet, kopi, serta tanaman pangan hortikultura. Kegiatan ini juga menjadi tonggak awal dalam penyusunan model pengelolaan gambut berbasis KHG, khususnya di wilayah KHG Saleh–Sugihan dan KHG Sugihan–Sungai Lumpur di Sumatera Selatan. Melalui lokakarya ini, para peserta berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait: Tata kelola gambut berkelanjutan yang mampu memberikan manfaat ekonomi, ekologi, dan sosial. Masukan terhadap kebijakan dan teknik pengelolaan (mulai dari budidaya, pengolahan hasil, hingga pemasaran produk). Pembinaan masyarakat sekitar lokasi usaha, serta langkah-langkah strategis lainnya dalam penyusunan peta jalan (roadmap) pengelolaan gambut lestari berbasis KHG. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi dasar dalam memperkuat tata kelola ekosistem gambut yang tidak hanya menjaga fungsi ekologisnya, tetapi juga mendorong peningkatan penghidupan masyarakat sekitar melalui praktik usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Forum DAS Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus menjadi penghubung multipihak — pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat — dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya alam, khususnya ekosistem gambut, secara terpadu, produktif, dan lestari di Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan

Memperkuat Tata Kelola Mangrove Berkelanjutan: Audiensi Forum DAS Sumatera Selatan dengan OPD Terkait di Tingkat Provinsi dan Kabupaten Banyuasin

Sebagai upaya memahami lebih dalam isu kebijakan pengelolaan ekosistem mangrove di tingkat daerah, Forum DAS Sumatera Selatan melakukan audiensi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di tingkat Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Banyuasin. Audiensi ini mengangkat tema “Isu Pengelolaan Ekosistem Mangrove dalam Proses Pembuatan Kebijakan Pemerintah Daerah: Studi Kasus Mangrove di Pesisir Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.” Kegiatan ini bertujuan untuk memahami masalah kebijakan (policy problem) terkait pengelolaan ekosistem mangrove di wilayah yang tidak termasuk dalam target rehabilitasi nasional, serta untuk menggali sejauh mana peran dan perhatian pemerintah daerah terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir. Melalui kegiatan ini, Forum DAS Sumsel berupaya menambah wawasan dan pengetahuan tata kelola (governance) ekosistem mangrove pada taraf tapak (lokal), khususnya dari sudut pandang peran pemerintah daerah. Selain memberikan kontribusi terhadap diskusi global mengenai pembangunan berkelanjutan dan pembangunan rendah karbon, hasil dari kajian dan audiensi ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis untuk perbaikan kebijakan pengelolaan mangrove di daerah. Kajian ini berupaya menjawab pertanyaan mendasar: “Sejauh mana isu pengelolaan ekosistem mangrove menjadi masalah kebijakan (policy problem) dalam proses pembuatan kebijakan di tingkat pemerintah daerah?” “Apa yang perlu dilakukan agar ekosistem mangrove dapat dipertimbangkan sebagai isu penting dalam kebijakan daerah?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tim peneliti menggunakan pendekatan yurisdiksional (jurisdictional approach), yang mempertimbangkan pembagian kewenangan baik secara vertikal (antara provinsi, kabupaten/kota, dan desa) maupun horizontal (antarsektor dan bidang). Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai tantangan koordinasi, sinergi lintas sektor, dan peluang perbaikan kebijakan pengelolaan ekosistem mangrove di Sumatera Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama antara Forum DAS Sumatera Selatan dan CIFOR (Center for International Forestry Research) yang berfokus pada peningkatan tata kelola ekosistem pesisir berkelanjutan. Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun sinergi nyata antara pemerintah, lembaga riset, masyarakat, dan sektor swasta dalam mewujudkan pengelolaan mangrove yang berkeadilan, berkelanjutan, dan mendukung visi pembangunan ekonomi hijau di Sumatera Selatan.

Kegiatan

Menguatkan Kapasitas, Menyemai Pengetahuan : Pelatihan Metodologi bagi Pengurus Forum DAS Sumsel

Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan lingkungan hidup dan daerah aliran sungai (DAS), Forum DAS Sumatera Selatan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Metodologi Penelitian dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Pengurus Forum DAS Sumsel. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Airish Palembang, pada 11–12 Oktober 2022, dan merupakan bagian dari Program Kerja Kepengurusan Forum DAS Sumsel Periode 2021–2026, yang terselenggara atas kolaborasi dengan WRI (World Resources Institute) Indonesia. Melalui pelatihan ini, para pengurus Forum DAS Sumsel dibekali pengetahuan, wawasan, dan keterampilan praktis dalam memahami serta menerapkan metodologi penelitian yang relevan di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan daerah aliran sungai. Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta menguasai cara menyusun metodologi penelitian yang komprehensif, berkesinambungan, dan berbasis bukti, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Selain meningkatkan kapasitas individu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi dan semangat kolaborasi antaranggota Forum DAS Sumsel untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pelestarian lingkungan di Provinsi Sumatera Selatan. Melalui penguatan kapasitas seperti ini, Forum DAS Sumsel berharap mampu mencetak pengurus yang tangguh, berwawasan ilmiah, dan adaptif terhadap tantangan lingkungan, demi terwujudnya pengelolaan DAS yang berkelanjutan dan pembangunan ekonomi hijau di Sumatera Selatan.

Kegiatan

Menumbuhkan Kolaborasi DAS di Daerah : Pembinaan dan Penguatan Forum DAS Musi Rawas & Lubuk Linggau

Dalam upaya memperkuat sinergi dan kapasitas kelembagaan di tingkat daerah, Forum DAS Sumatera Selatan menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Penguatan Forum DAS Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuk Linggau, yang berlangsung pada 5–6 September 2022 di Dewina Hotel, Lubuk Linggau. Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi Forum DAS Sumsel untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) secara terpadu. Melalui kegiatan ini, Forum DAS Sumsel berkomitmen membantu daerah dalam membentuk, membina, dan meningkatkan kapasitas Forum DAS Kabupaten/Kota di seluruh wilayah Sumatera Selatan, agar dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dalam kegiatan ini, Forum DAS Sumsel bekerja sama dengan BPDASHL Musi, menghadirkan sesi diskusi interaktif dan pembinaan teknis yang berfokus pada penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta strategi kolaboratif dalam pengelolaan DAS di tingkat lokal. Melalui pembinaan ini, diharapkan Forum DAS di Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuk Linggau dapat semakin mandiri, adaptif, dan sinergis dalam menjalankan peran strategisnya, serta mampu berkontribusi nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

Kegiatan

Menulis untuk Alam : Meningkatkan Kapasitas Pendidik dalam Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Lingkungan DAS dan Gambut di Sekolah Dasar

Sebagai upaya memperkuat kapasitas tenaga pendidik dalam mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam pendidikan dasar, Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Menulis untuk Tim Pengembang Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan DAS dan Gambut.Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Aryaduta Palembang pada 31 Agustus – 1 September 2022 dan diikuti oleh para tenaga pendidik serta tim pengembang kurikulum dari Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Melalui pelatihan ini, peserta dibimbing untuk meningkatkan kemampuan dalam menulis laporan dan menyusun kurikulum muatan lokal yang berfokus pada pendidikan lingkungan DAS dan gambut. Diharapkan, hasil dari pelatihan ini mampu memperkuat kualitas tenaga pendidik dalam mengembangkan sumber belajar yang kontekstual, dengan memanfaatkan potensi alam dan sosial di sekitar satuan pendidikan—seperti kebun sekolah, dukungan instansi terkait, dunia usaha, maupun tokoh masyarakat. Selain itu, pelatihan ini juga mendorong para pendidik untuk menggunakan strategi pembelajaran aktif, yang melibatkan peserta didik secara mental, fisik, dan sosial dalam memahami pentingnya kelestarian lingkungan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama Forum DAS Sumatera Selatan dan ICRAF Indonesia untuk menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan sejak usia dini, serta mewujudkan pendidikan yang berkelanjutan dan berwawasan ekologi, khususnya di wilayah DAS dan lahan gambut.

Kegiatan

Meet and Greet With Women Leader Representative and Land4live Team

Forum DAS Sumatera Selatan turut menghadiri kegiatan Meet and Greet with Women Leader Representative and Land4Live Team yang diselenggarakan pada 20 Agustus 2022 di Hotel Santika Premiere, Palembang.Kegiatan ini menjadi wadah penting dalam memperkuat wawasan dan kolaborasi terkait peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang lingkungan dan aksi iklim. Melalui kegiatan ini, Forum DAS Sumatera Selatan berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai peran perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan, serta bagaimana kepemimpinan perempuan dapat menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Pertemuan ini juga menjadi bagian dari program kerja sama antara Forum DAS Sumatera Selatan dan ICRAF Indonesia, yang menyoroti pentingnya partisipasi aktif perempuan dalam setiap lapisan upaya mitigasi perubahan iklim dan pembangunan berwawasan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak perempuan di Sumatera Selatan untuk mengambil peran nyata dalam menjaga bumi dan membangun masa depan yang lestari.

Kegiatan

Bersinergi untuk Alam : Deklarasi Bersama Menuju Penghidupan yang Lestari

Hotel Zuri Palembang, 02 Agustus 2022 Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia melaksanakan kegiatan “Diskusi Peran dan Dukungan Mitra Pendukung dalam Tim Kerja Bersama serta Deklarasi Kesepakatan Peningkatan Penghidupan Berwawasan Lingkungan”. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya kolaboratif untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial di Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini juga menandai deklarasi kesepakatan bersama antar berbagai pihak dalam mendukung peningkatan penghidupan masyarakat yang berwawasan lingkungan. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga riset, masyarakat, dan sektor swasta, Forum DAS Sumsel berupaya memperkuat peran kolaboratif dalam mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam pengembangan ekonomi masyarakat di tingkat tapak. Beberapa poin utama yang menjadi fokus kegiatan ini antara lain: Implementasi peningkatan penghidupan berwawasan lingkungan, yang menitikberatkan pada keseimbangan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan keberlanjutan ekosistem daerah aliran sungai (DAS). Pengembangan model usaha berkelanjutan di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, sebagai wilayah percontohan dalam penerapan konsep ekonomi hijau berbasis masyarakat. Penguatan komitmen dan deklarasi kesepakatan bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, Forum DAS Sumatera Selatan berharap dapat memperkuat peran para mitra pendukung dalam mendukung terciptanya penghidupan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan selaras dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Scroll to Top