Kegiatan

Kegiatan

Evaluasi Uji Coba dan Finalisasi Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut Kabupaten OKI

Hotel Emilia, Palembang – 25 Mei 2022 Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia melaksanakan kegiatan Evaluasi Uji Coba dan Finalisasi Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut yang diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar kelas 4, 5, dan 6 di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian uji coba kurikulum muatan lokal yang sebelumnya telah dilaksanakan di sekolah-sekolah sasaran. Uji coba tersebut memberikan gambaran mengenai sejauh mana pemahaman peserta didik, kesiapan tenaga pendidik, serta efektivitas bahan ajar dalam proses pembelajaran. Melalui forum evaluasi ini, masukan dan pengalaman dari para guru, siswa, serta pemangku kepentingan dihimpun untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih aplikatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Adapun output kegiatan ini antara lain: Draf final kurikulum dan bahan ajar muatan lokal DAS dan Gambut untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 Sekolah Dasar di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Rekomendasi hasil evaluasi uji coba yang menjadi dasar dalam penyempurnaan serta penerapan kurikulum secara lebih luas di sekolah-sekolah sasaran. Melalui kegiatan ini, Forum DAS Sumsel dan ICRAF Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan lingkungan berbasis ekosistem DAS dan gambut sejak dini. Kurikulum muatan lokal ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran, kepedulian, serta partisipasi generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, khususnya ekosistem DAS dan gambut di Sumatera Selatan.

Kegiatan

Uji Coba Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir

SD Negeri 01 Mulyaguna, Kabupaten Ogan Komering Ilir – Sumatera Selatan Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia, dengan dukungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Komering Ilir, melaksanakan kegiatan Uji Coba Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut untuk siswa sekolah dasar kelas 4, 5, dan 6. Kegiatan ini berlangsung di SD Negeri 01 Mulyaguna, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pelaksanaan uji coba ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan respon peserta didik terhadap materi pembelajaran berbasis muatan lokal, sekaligus melihat kesiapan sekolah dalam penerapan kurikulum ini. Melalui uji coba, diharapkan akan diperoleh masukan yang berharga untuk penyempurnaan kurikulum sebelum diterapkan secara lebih luas di sekolah-sekolah sasaran. Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama, yaitu: Mengetahui tingkat kesiapan sekolah, guru, dan peserta didik dalam penerapan kurikulum muatan lokal DAS dan Gambut pada siswa kelas 4, 5, dan 6 SD di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan kurikulum muatan lokal DAS dan Gambut. Menghimpun saran dan masukan terhadap draft bahan ajar atau buku bacaan terpadu yang telah disusun. Selain itu, tenaga pendidik diharapkan mampu mengimplementasikan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi lokal di sekitar sekolah, melibatkan instansi terkait, dunia usaha, maupun tokoh masyarakat. Guru juga didorong untuk menggunakan strategi pembelajaran yang mendorong keaktifan peserta didik, baik secara mental, fisik, maupun sosial, sehingga proses belajar lebih interaktif dan aplikatif. Kegiatan ini merupakan langkah awal penting dalam membangun generasi muda yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan ekosistem gambut. Melalui pendidikan sejak dini, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan dan menjadi bagian dari keseharian siswa di masa mendatang.

Kegiatan

Penguatan Kapasitas Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin, Sumatera Selatan

Palembang, 18–19 April 2022 Kegiatan Penguatan Kapasitas Kurikulum Muatan Lokal DAS dan Gambut diselenggarakan di Palembang pada tanggal 18–19 April 2022. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas tenaga pendidik dalam mengintegrasikan isu-isu lingkungan, khususnya terkait Daerah Aliran Sungai (DAS) dan ekosistem gambut, ke dalam kurikulum muatan lokal di tingkat sekolah dasar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada tenaga pendidik kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar mengenai pentingnya menjaga kelestarian DAS dan ekosistem gambut. Materi yang diberikan mencakup pemahaman dasar tentang fungsi ekologis DAS dan gambut, peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, serta kaitannya dengan keberlanjutan hidup generasi mendatang. Selain itu, kegiatan ini juga membekali para tenaga pendidik dengan keterampilan pedagogis, khususnya teknik mengajar yang baik dan kreatif dalam menyampaikan materi terkait kurikulum muatan lokal DAS dan gambut. Hal ini diharapkan mampu mendorong siswa untuk lebih peduli dan memahami pentingnya pengelolaan lingkungan sejak dini. Kegiatan ini turut menjadi wadah untuk menghimpun saran, masukan, dan kritik konstruktif terhadap draf bahan ajar atau buku bacaan terpadu yang tengah disusun sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal DAS dan gambut. Melalui diskusi interaktif, tenaga pendidik dapat menyampaikan pengalaman, tantangan, serta kebutuhan yang relevan dengan konteks pembelajaran di sekolah masing-masing. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lahir sinergi antara tenaga pendidik, pemerintah daerah, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memperkuat implementasi kurikulum muatan lokal DAS dan gambut. Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya pelestarian lingkungan, sekaligus mendukung upaya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan di Kabupaten OKI dan Banyuasin.

Kegiatan

Membangun Kolaborasi untuk Peningkatan Penghidupan Masyarakat Desa dalam Pengelolaan Lahan Gambut Lestari

Palembang, 19 April 2022 Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia menyelenggarakan kegiatan “Membangun Kolaborasi untuk Peningkatan Penghidupan Masyarakat Desa dalam Pengelolaan Lahan Gambut Lestari” pada 19 April 2022 di Hotel Aryaduta Palembang. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat kerja sama multipihak untuk mendukung penghidupan masyarakat desa yang berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem gambut. Fokus utama kegiatan adalah pembentukan Tim Kerja Bersama serta penetapan kesepakatan kolaborasi untuk menjalankan berbagai intervensi di empat desa pilot, yaitu: Desa Lebung Itam, Desa Jadi Mulya, Desa Nusakarta, dan Desa Daya Kesuma Rengas Abang. Keempat desa tersebut berada di kawasan KHG Saleh–Sugihan dan KHG Sugihan–Lumpur, wilayah yang memiliki potensi besar sekaligus tantangan dalam pengelolaan gambut secara lestari. Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan – mulai dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat desa – diajak untuk duduk bersama dan menyinergikan program yang telah, sedang, maupun akan dijalankan. Sinergi ini penting agar intervensi yang dilakukan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dalam rangka mewujudkan penghidupan masyarakat desa yang lebih baik, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Forum DAS Sumsel menekankan bahwa keberhasilan program berbasis ekosistem gambut tidak dapat dicapai tanpa adanya partisipasi aktif dan kolaborasi nyata dari seluruh pihak. Oleh karena itu, kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal membangun komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola gambut yang adil, berdaya guna, dan lestari di Sumatera Selatan.

Kegiatan

Sosialisasi SK Tim Pokja Penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Kabupaten Ogan Komering Ilir

Palembang, 14 April 2022 Sebagai bagian dari rangkaian penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) di Provinsi Sumatera Selatan, Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi SK Tim Pokja Penyusunan RPPEG Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada tanggal 14 April 2022. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari proses penyiapan kelembagaan dan koordinasi multipihak di tingkat kabupaten, yang menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem gambut sekaligus mendukung penghidupan masyarakat di sekitar kawasan gambut. Dalam sosialisasi ini, dipaparkan pula hasil sementara analisis spasial RPPEG Sumatera Selatan, yang menjadi dasar dalam pemetaan potensi, tantangan, dan arah kebijakan pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan. Analisis spasial ini menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap langkah perencanaan berbasis data dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan di Kabupaten OKI tidak hanya memperoleh informasi mengenai peran dan mandat Tim Pokja RPPEG, tetapi juga didorong untuk aktif berkontribusi dalam proses penyusunan dokumen RPPEG Kabupaten. Kolaborasi lintas pihak – baik pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, maupun sektor swasta – diharapkan mampu menghasilkan dokumen RPPEG yang berkualitas, implementatif, dan selaras dengan RPPEG Provinsi. Kegiatan ini menegaskan kembali komitmen Forum DAS Sumatera Selatan dan ICRAF Indonesia dalam memperkuat tata kelola gambut yang berkelanjutan melalui pendekatan partisipatif dan berbasis ilmu pengetahuan.

Kegiatan

Kunjungan ke 4 Desa Pilot di Kabupaten Ogan Komering Ilir Persiapan, Pembekalan, dan Penguatan Tim Kerja Desa untuk Mewujudkan Penghidupan Berwawasan Lingkungan di Ekosistem Gambut

Ogan Komering Ilir, 7–11 Maret 2022 Sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendorong pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, Forum DAS Sumatera Selatan bekerja sama dengan ICRAF Indonesia melaksanakan kegiatan kunjungan lapangan ke empat desa pilot di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yaitu Desa Rengas Abang, Desa Jadi Mulya, Desa Lebung Itam, dan Desa Nusakarta. Kegiatan ini berfokus pada persiapan, pembekalan, dan penguatan Tim Kerja Desa sebagai aktor utama di tingkat tapak yang akan menjalankan intervensi program berbasis penghidupan berwawasan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk: Memperkenalkan dan mematangkan model usaha tani yang sesuai dengan potensi dan karakteristik masing-masing desa, Menyusun dan memperkuat struktur Tim Kerja Desa yang bertugas dalam pelaksanaan program di desa masing-masing, Membangun pemahaman bersama tentang pentingnya pendekatan partisipatif dalam menjaga kelestarian ekosistem gambut dan kesejahteraan masyarakat secara bersamaan. Selama kunjungan lima hari, tim pelaksana melakukan serangkaian aktivitas, antara lain: Diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan masyarakat desa, Identifikasi potensi usaha tani dan sumber daya lokal, Penjaringan aspirasi masyarakat terkait jenis intervensi yang sesuai dan berkelanjutan, Pembentukan dan penguatan Tim Kerja Desa sebagai motor penggerak kegiatan di lapangan. Setiap desa pilot diberikan ruang untuk mengembangkan model usaha yang paling relevan, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun ekologi, dengan memperhatikan keberlanjutan jangka panjang serta pelestarian ekosistem gambut. Dari kegiatan ini, telah dihasilkan dua keluaran utama: Tersusunnya Tim Kerja Desa yang solid dan siap untuk menjalankan peran koordinatif di tingkat desa. Pemetaan dan pematangan model usaha tani spesifik desa yang akan menjadi dasar pelaksanaan program penghidupan berwawasan lingkungan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengimplementasikan pendekatan terpadu yang tidak hanya menekankan aspek konservasi gambut, tetapi juga menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat lokal melalui model usaha yang lestari dan adaptif terhadap kondisi desa masing-masing. Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lestari Program ini merupakan bagian dari inisiatif jangka panjang Forum DAS Sumsel dan ICRAF Indonesia dalam mengembangkan model intervensi berbasis tapak untuk perlindungan ekosistem gambut dan penguatan ekonomi masyarakat. Ke depan, keempat desa pilot diharapkan menjadi contoh praktik baik bagi wilayah lain dalam mengelola lahan gambut secara bijak dan berkelanjutan.

Kegiatan

Rapat Kerja Penyusunan Bahan, Metode, dan Media Ajar Lokal Pendidikan Lingkungan DAS dan Gambut Sekolah Dasar di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan

Sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini dan memperkuat pemahaman generasi muda tentang pentingnya pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan ekosistem gambut secara berkelanjutan, Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia melaksanakan Rapat Kerja Penyusunan Bahan, Metode, dan Media Ajar Lokal untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI). Penyusunan kurikulum muatan lokal mengacu pada pedoman yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, yang mengedepankan pendekatan berbasis kebutuhan dan konteks lokal. Dalam hal ini, pengajaran dikembangkan berdasarkan kedekatan peserta didik dengan lingkungan fisik dan sosial mereka, sehingga materi ajar terasa relevan, mudah dipahami, dan bermakna. Kegiatan ini bertujuan untuk: Mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan adaptif terhadap kondisi daerah dan karakter peserta didik, Menentukan metode dan media ajar yang efektif untuk menyampaikan materi lingkungan DAS dan gambut kepada siswa SD, Memberikan ruang fleksibilitas bagi guru dalam memilih pendekatan dan sumber belajar yang sesuai. Penyusunan bahan ajar dalam kegiatan ini berpedoman pada prinsip pembelajaran dasar, yaitu: Bertolak dari konsep konkret menuju abstrak, Berangkat dari hal-hal yang telah diketahui menuju yang belum diketahui, Mengaitkan pengalaman lama dengan pengalaman baru, Disusun dari materi yang mudah ke yang lebih kompleks. Dengan prinsip tersebut, materi pembelajaran yang dikembangkan diharapkan tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa tentang lingkungan hidup, tetapi juga dapat diimplementasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengenal jenis-jenis tanaman penyimpan air, pentingnya tidak membakar lahan, hingga pelestarian lahan gambut. Kolaborasi dan Hasil yang Diharapkan Melalui kolaborasi antara Forum DAS Sumsel dan ICRAF Indonesia, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara pemangku kepentingan pendidikan, pemerintah daerah, praktisi lingkungan, dan tenaga pendidik untuk menyusun bahan ajar yang komprehensif, serta menentukan metode dan media pengajaran yang inovatif dan mudah diterapkan di sekolah-sekolah dasar di wilayah target. Diharapkan, hasil dari rapat kerja ini dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk kurikulum muatan lokal yang berkelanjutan, aplikatif, dan memperkuat peran pendidikan dalam menjaga keberlangsungan ekosistem DAS dan gambut di Sumatera Selatan.

Kegiatan

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, 3–4 Februari 2022 Dalam rangka mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut secara terencana dan berkelanjutan, telah dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) di Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penting dalam penyusunan dokumen RPPEG yang berkualitas, sesuai dengan pedoman nasional serta disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan lokal di wilayah Sumatera Selatan. Tujuan dan Fokus Kegiatan Bimbingan teknis ini bertujuan untuk: Meningkatkan kapasitas teknis dan pemahaman pemangku kepentingan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, terkait proses penyusunan RPPEG, Memastikan bahwa data, informasi, dan metode yang digunakan dalam proses penyusunan RPPEG mengacu pada standar dan pedoman nasional yang berlaku, Menyelaraskan proses penyusunan RPPEG dengan inisiatif pengelolaan gambut yang sudah berjalan di berbagai tingkatan pemerintahan. Melalui bimtek ini, peserta dilatih untuk mampu menyusun dokumen RPPEG yang terintegrasi dengan program-program pengelolaan lahan gambut lainnya, baik yang bersifat regional, nasional, maupun yang berbasis masyarakat. Kolaborasi Strategis Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama antara ICRAF Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung perlindungan ekosistem gambut sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan daerah. Dukungan lintas sektor dalam kegiatan ini menjadi kunci dalam mendorong lahirnya RPPEG yang aplikatif, implementatif, dan responsif terhadap tantangan lingkungan. Hasil yang Diharapkan Dengan dilaksanakannya bimbingan teknis ini, diharapkan dapat: Terbentuk dokumen RPPEG yang kuat secara teknis dan kebijakan, yang mencakup identifikasi kawasan lindung gambut, strategi pengelolaan dan restorasi, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi, Mendorong sinergi antarinstansi dan pihak-pihak terkait dalam menjaga keberlanjutan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi dari ekosistem gambut di Sumatera Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi tonggak penting dalam memastikan bahwa upaya penyusunan RPPEG tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berbasis ilmiah, partisipatif, dan relevan dengan konteks lokal.

Kegiatan

Pengembangan Peta Jalan Implementasi Model Bisnis Berbasis Outcome Mapping Menuju Kesepakatan Peningkatan Penghidupan Berwawasan Lingkungan (KP2BL)

Palembang, 24–26 Januari 2022 Forum DAS Sumatera Selatan bersama ICRAF Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Peta Jalan untuk Implementasi Model Bisnis dengan pendekatan kerangka Outcome Mapping sebagai langkah strategis menuju penyusunan Kesepakatan Peningkatan Penghidupan Berwawasan Lingkungan (KP2BL). Kegiatan ini berlangsung di Palembang pada 24–26 Januari 2022, dan merupakan kelanjutan dari upaya fasilitasi pengembangan model bisnis berbasis potensi lokal dan praktik pengelolaan gambut berkelanjutan di dua desa pilot, yaitu Desa Baru dan Desa Daya Kesuma, Kabupaten Banyuasin, yang terletak di kawasan hidrologis gambut (KHG) Saleh–Sugihan. Fokus dan Intervensi di Desa Pilot Dua model usaha yang menjadi fokus intervensi adalah: Desa Baru: Budidaya lebah madu dan mina padi (padi dan ikan), Desa Daya Kesuma: Budidaya padi ramah lingkungan dengan metode tanpa bakar serta penggunaan pupuk organik. Kegiatan ini bertujuan untuk: Membentuk Tim Kerja Bersama lintas level (desa hingga kabupaten) sebagai penggerak dalam implementasi model bisnis yang adaptif dan inklusif, Menyusun peta jalan (roadmap) sebagai panduan bersama dalam pengembangan penghidupan masyarakat desa yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan restorasi ekosistem gambut. Pendekatan Outcome Mapping digunakan dalam menyusun peta jalan ini guna memastikan partisipasi aktif para pihak dan memperkuat capaian yang dapat diukur secara kontekstual. Outcome Mapping berfokus pada perubahan perilaku mitra langsung serta relasi kerja antar aktor sebagai indikator keberhasilan dalam jangka panjang. Beberapa hasil penting dari kegiatan ini antara lain: Terbentuknya Tim Kerja Bersama yang terlibat aktif dalam penyusunan roadmap model bisnis berbasis pengelolaan gambut lestari, Tersusunnya draft dokumen peta jalan implementasi model bisnis menggunakan Outcome Mapping, yang mencakup elemen-elemen penting seperti: Visi dan misi bersama, Identifikasi mitra langsung dan strategis, Perumusan capaian dambaan dan penanda kemajuan, Penyusunan peta strategi kolaboratif. Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan Kegiatan ini merupakan bagian dari program kemitraan antara Forum DAS Sumatera Selatan dan ICRAF Indonesia, yang berkomitmen untuk mendorong transformasi sosial-ekologis di kawasan gambut melalui pendekatan kolaboratif, partisipatif, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Kegiatan

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tanaman Pohon di Jakabaring Sport City

Palembang, 26 Desember 2021 Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan fungsi ekosistem di wilayah perkotaan, Forum DAS Sumatera Selatan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap tanaman pohon yang ditanam di kawasan Jakabaring Sport City (JSC), Palembang. Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut penanaman pohon dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia tahun 2020. Monitoring Rutin Sepanjang Tahun 2021 Monev ini dilakukan secara rutin sebanyak 12 kali dalam setahun (satu kali setiap bulan dari Januari hingga Desember 2021) dengan tujuan utama: Menilai kondisi dan kelayakan tanaman sebagai penyimpanan cadangan air. Menjaga kelangsungan hidup pohon dengan melakukan pemeliharaan berupa pembersihan lahan sekitar, pemberian pupuk, serta penggantian bibit pada tanaman yang mati atau tidak tumbuh optimal. Kegiatan Monev yang berlangsung pada 26 Desember 2021 menjadi penutup rangkaian kegiatan pemantauan dan menjadi bagian penting dari upaya jangka panjang dalam membangun ruang hijau yang berfungsi secara ekologis di kawasan JSC. Kolaborasi Multipihak dan Peran Laskar Muda Forum DAS Sumsel Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Forum DAS Sumsel dan PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB), serta melibatkan partisipasi aktif dari Laskar Muda Forum DAS Sumsel. Peran Laskar Muda sangat signifikan dalam memastikan pemeliharaan dilakukan secara berkala dan konsisten sepanjang tahun. Pemantauan berkala ini tidak hanya fokus pada keberhasilan pertumbuhan pohon, tetapi juga menjadi indikator keberlanjutan kegiatan penghijauan, khususnya dalam konteks urban forestry dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) perkotaan. Keberadaan pohon-pohon yang sehat di kawasan strategis seperti Jakabaring Sport City diharapkan dapat: Menyerap air dan mengurangi limpasan permukaan, Menurunkan suhu mikroklimat lokal, Menambah estetika dan kualitas udara kota. Forum DAS Sumsel percaya bahwa kegiatan ini adalah bagian dari investasi ekologi jangka panjang yang akan memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Scroll to Top