Palembang, 18 Desember 2024.
Tim Forum DAS Sumatera Selatan berpartisipasi dalam kegiatan Diseminasi Hasil Evaluasi Lokus RPJMN 2020–2024 yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Musi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian akhir evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024, khususnya terkait pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah kerja BPDAS Musi.
Evaluasi dilakukan pada tiga lokus utama, yaitu DAS Musi, DAS Lalan, dan DAS Lumpur, yang menjadi prioritas nasional dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem serta meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam.
Penguatan Kebijakan dan Prinsip Pengelolaan DAS
Dalam penyampaian hasil diseminasi, dipaparkan kembali landasan hukum dan tujuan utama pengelolaan DAS di Indonesia, antara lain:
1. Amanat PP Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan DAS
Peraturan ini menggarisbawahi bahwa pengelolaan DAS harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mencakup tahapan:
perencanaan,
pelaksanaan,
peran serta dan pemberdayaan masyarakat,
pendanaan,
monitoring dan evaluasi,
pembinaan dan pengawasan.
Pendekatan terintegrasi ini memastikan bahwa setiap bagian dari suatu DAS dikelola secara sinergis dan berbasis kesinambungan ekologi.
2. Tujuan Pengelolaan DAS
Pengelolaan DAS bertujuan untuk:
menjaga kelestarian dan keserasian ekosistem,
meningkatkan kemanfaatan sumber daya alam bagi manusia secara berkelanjutan,
memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi,
meningkatkan peran aktif masyarakat dalam upaya pelestarian DAS.
Paparan Evaluasi dan Pembaruan Data
Selain tinjauan regulasi, kegiatan juga diisi dengan berbagai materi teknis yang mendukung peningkatan kualitas perencanaan dan pengelolaan DAS, di antaranya:
• Hasil Evaluasi Pengelolaan DAS pada Lokus Musi, Lalan, dan Lumpur
Paparan ini mencakup capaian, tantangan, serta rekomendasi berkelanjutan dalam upaya memperbaiki kondisi DAS prioritas di wilayah Sumatera Selatan.
• Updating Lahan Kritis dan Peta DAS Tahun 2024
BPDAS Musi menyampaikan hasil terbaru terkait pemutakhiran:
data lahan kritis,
peta wilayah DAS,
dinamika perubahan tutupan lahan,
sebagai dasar penting untuk perencanaan tindakan rehabilitasi dan perlindungan lingkungan di tahun-tahun mendatang.
