Memperkuat Aksi Tapak : Forum DAS Sumsel Tinjau Pengelolaan Mangrove di Sungsang

Desa Sungsang, Banyuasin, 07 Maret 2024

Forum DAS Sumatera Selatan melaksanakan kunjungan lapangan ke Desa Sungsang I, Kabupaten Banyuasin. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian implementasi program yang telah direncanakan sejak tahun 2022–2024, sekaligus memastikan bahwa berbagai inisiatif yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat—baik secara langsung maupun tidak langsung—serta berkontribusi pada keberlanjutan ekosistem mangrove.

Kunjungan ini diawali dengan diskusi Kanvas Modal Bisnis (Business Model Canvas) bersama perangkat desa di Kantor Desa Sungsang I. Melalui diskusi tersebut, para pihak mengevaluasi peluang usaha berbasis mangrove dan potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Setelah sesi diskusi, tim gabungan yang terdiri dari CIFOR, Forum DAS Sumsel, dan CoE PLACE Universitas Sriwijaya melakukan peninjauan ke beberapa Arena Aksi Potensial di wilayah Sungsang I. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kondisi lapangan, peluang pengembangan usaha, serta tantangan pengelolaan ekosistem mangrove.

Kunjungan tapak ini mengungkapkan variasi inisiatif pengelolaan mangrove di beberapa wilayah sekitar Sungsang, antara lain:

  • Sungsang IV → Terdapat aktivitas penanaman mangrove oleh masyarakat.

  • Marga Sungsang → Masyarakat melakukan penanaman mangrove sekaligus budidaya kepiting.

  • Sungsang I (Teluk Macan) → Merupakan kawasan mangrove daratan dengan potensi pengembangan tanaman kayu yang bernilai ekonomi.

Diskusi lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan material kayu di masyarakat meningkat dari tahun ke tahun, sementara ketersediaannya semakin terbatas dan harganya kian mahal. Dari pengamatan di Sungsang I, ditemukan pula banyak sarang walet yang sebagian besar menggunakan kayu sengon sebagai struktur bangunannya.

Berdasarkan kondisi tersebut, para pihak sepakat untuk mendorong pengembangan budidaya kayu cepat tumbuh, khususnya sengon putih dan sengon merah, sebagai alternatif yang berkelanjutan dan dapat mendukung kebutuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga tekanan terhadap ekosistem mangrove.

Scroll to Top