Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Berasal dari Limbah Rumah Tangga dan Pasar di Desa Lebuh Rarak

Pedamaran, 1 November 2025 — Forum DAS Sumatera Selatan melaksanakan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Berasal dari Limbah Rumah Tangga dan Pasar di Desa Lebuh Rarak, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada 1 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan ini merupakan dukungan pendanaan melalui skema FOLU Net Sink 2030 yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) pada periode ketiga. Dukungan pendanaan tersebut menjadi salah satu bentuk kepercayaan terhadap kapasitas Forum DAS Sumatera Selatan dalam mengimplementasikan kegiatan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, khususnya pada tingkat tapak. Melalui dukungan ini, Forum DAS Sumsel dapat mendorong lahirnya praktik nyata pengelolaan lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung dan berorientasi pada keberlanjutan.

Kegiatan dipimpin Dr. Dewi Meidalima, S.P., M.P. sebagai PIC kegiatan sekaligus narasumber. Pelatihan turut dihadiri oleh Camat Pedamaran dan Kepala Desa Lebuh Rarak, yang sekaligus membuka kegiatan, serta Ria Angraini, S.Pd. selaku Ketua Tim Pelaksana Desa Lebuh Rarak.

Dalam sambutannya, Camat Pedamaran dan Kepala Desa Lebuh Rarak menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Dukungan juga diberikan terhadap pengembangan kegiatan serupa di desa-desa lain yang belum memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan.

Pelatihan ini dinilai sangat relevan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengurangi timbulan sampah dan mendorong pengelolaan limbah berbasis masyarakat. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, pengolahan sampah organik juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan limbah menjadi berbagai produk yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan pertanian.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pengetahuan dan praktik langsung mengenai pemanfaatan sampah organik dari rumah tangga dan pasar untuk diolah menjadi Eco Enzyme (Ecoenzym) serta berbagai produk turunannya. Pendekatan praktik langsung ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah sejak dari sumbernya.

Capaian Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan menghasilkan sejumlah capaian, antara lain:

  • 137 orang peserta berhasil dilatih dalam pengolahan sampah organik menjadi Eco Enzyme dan produk turunannya, terdiri atas 84 perempuan dan 53 laki-laki.

  • Sebanyak 50 kg sampah organik yang berasal dari limbah rumah tangga dan pasar berhasil dimanfaatkan dan diolah.

  • Dari proses pengolahan tersebut dihasilkan:

    • 120 liter Eco Enzyme;

    • 25 liter pupuk organik;

    • 20 liter pestisida organik; dan

    • 20 liter sabun cuci piring.

  • Sebanyak 150 batang tanaman sayur dan tanaman obat ditanam di kebun sayur keluarga masyarakat Desa Lebuh Rarak, yang terdiri atas kenikir (Cosmos caudatus), bayam Brazil (Alternanthera sissoo), kelor (Moringa oleifera), dan cabai rawit (Capsicum frutescens).

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara sederhana dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Sampah yang sebelumnya berpotensi menjadi timbulan dan mencemari lingkungan dapat dimanfaatkan menjadi produk yang mendukung kebutuhan rumah tangga, pertanian, serta penghijauan di tingkat keluarga.

Secara keseluruhan peserta pelatihan sebanyak 137 orang, ditambah dengan 3 orang narasumber (Dr. Dewi Meidalima, S.P., M.P., Dr. Chuzaimah, S.P., M.Si., dan Asyirah Khairunnisya D, S.T.), 1 orang fasilitator (Dr. Ir. Karlin Agustina, M.Si.) dan 4 orang (Dr. Ir. Asmawati, M.Si., Nunik Handayani, S.Pd., Arnida, S.Si., dan Fani Rahmasari, S.Psi.) sebagai panitia inti kegiatan pelatihan.

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun praktik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di tingkat tapak. Keterlibatan 137 peserta, pemanfaatan 50 kg sampah organik, serta penanaman 150 tanaman menunjukkan adanya upaya menghubungkan pengelolaan sampah dengan pemanfaatan hasil olahan dan penguatan ketahanan lingkungan di tingkat keluarga.

Ke depan, praktik yang telah dibangun di Desa Lebuh Rarak diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di desa-desa lainnya. Dukungan FOLU Net Sink 2030 melalui BPDLH menjadi bagian penting dalam mendorong aksi nyata di tingkat tapak, sementara keterlibatan pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan kegiatan.

Melalui kolaborasi dan penguatan kapasitas masyarakat, Forum DAS Sumatera Selatan terus berupaya menghadirkan pengelolaan lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada kelestarian DAS, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Dari sampah menjadi manfaat, dari masyarakat untuk lingkungan yang lebih lestari.

Scroll to Top